Hari ini saya dengar dakwah ustad Nouman soal tafsir Al Baqarah dua ayat terakhir, cukup panjang durasinya ….

 

Lalu saya buat status tentang, protes saya pada orang berjenggot ala sunnah Rasulullah saw tapi ahlaknya tak mencerminkan ahlak yang dicontohkan Rasulullah saw, protes yang sama dengan protes pak Nouman. Bukan saya meniru pak Nouman, tapi pertanyaan itu sudah lama ada di benak saya, maka ketika beliau mengungkapkan pertanyaan yang sama, saya langsung merasa berani mengungkapkannya ke publik.

Beberapa kawan menganggap saya kelewatan karena berkesan menjelekkan agama sendiri, sementara beberapa lagi tak menyadari bahwa pertanyaan saya itu sifatnya satir, beberapa yang bukan non muslim langsung ambil kesempatan “menjelekkan” islam, dan yang terakhir inilah yang membuat saya merasa telah melakukan sesuatu ( I hope)

Mungkin karena saya gak berjilbab jadi dikira bukan muslim? atau mungkin mereka mengira saya anti wahabi? ntahlah, yang jelas, sebelum saya melayani mereka, saya lihat dulu mereka siapa. Mereka non muslim. Fine, then saya mencontoh sikap ustad Nouman… respect.

Ada yg nyodorin gambar jidat hitam yang dipatri pakai paku, saya gak gubris, bagaimanapun islam agama saya, mau wahabi mau syiah mau apalah apalah, payungnya tetap islam. Lalu disodorin video orang berburka makan mie, yang sungguh pelecehan banget sebetulnya, tapi dengan tenang saya coba jelaskan bahwa adik saya juga pakai burka dan dia tak makan seperti itu. Bahwa orang yang merumitkan cara makannya itu bisa saja bukan muslimah.

Selesai soal itu lalu bicara soal budaya arab yang menurutnya tak boleh di penetrasi di budaya nusantara. Dengan mau tak mau lalu saya menjelaskan soal sunnah Rasulullah yaitu soal berjenggot ini saja, dan kewajiban muslimah soal menutup aurat sebagai contoh. Dua hal ini tak bisa dikategorikan penetrasi budaya arab, ini soal sunnah dan wajib yang berlaku diseluruh dunia untuk seluruh umat islam. Diluar hal2 yang sunnah atau wajib dalam hukum islam, bolehlah dikatakan budaya arab, dan ini tak perlu kita terima kalau kita tak hendak, berlakupun hanya eksklusive untuk orang Indonesia; mau terima apa tidak? aturan islam lepas sama sekali dari budaya arab tak ada sunnah tak ada wajib untuk urusan budaya arab. Semoga bisa membedakan…

Saya pikir, mengapa harus marah ketika berhadapan dengan orang yang mengambil kesempatan dalam kesempitan mencoba menyerang islam lewat karakteristik muslim eror? pertama dia melihat saya mengkritik sesama muslim, tapi ketika dia ikut mengkritik tanpa tau apapun soal islam, saya berbalik melindungi islam itu sendiri. Mencoba menjelaskan padanya apa yang sebetulnya sedang terjadi, dan mencoba menggambarkan bahwa Islam itu sebetulnya tak mengajarkan hal2 yang buruk.

Mungkin dia menjadi mual dengan penjelasan saya karena maksudnya memang muncul untuk menghina islam dan bukan malah untuk didakwahi hehehehe

Tapi saya senang alhamdulillah, semoga biar sediiiiiiikiiit saja saya bisa merubah persepsi dia tentang islam. Jangan melihat Islam dari karakter muslimnya… karena islam tak bisa diwakilkan secara sempurna oleh siapapun selain Rasulullah saw.

Masih berhubungan🙂