Wanita itu sudah bawaannya pengen show up menunjukkan bahwa dia ada, dia cantik, dia menarik, dia attractive, dia wow, dia waaah… dia memang diciptakan seperti itu. Itu kelebihannya sekaligus kelemahannya.

So…. perintah berhijab itu selain untuk menguji sejauh mana ketaatan wanita pada Sang Maha Penciptanya, adalah juga sekaligus untuk melindungi diri wanita itu sendiri. Mengekang nafsu “pamer” dan “ingin dipuji” demi Allah. Menahan diri untuk tak melakukan apa yang disukai diri sendiri tapi tak disukai Allah adalah pengorbanan manis yang tak saja mendapat respekNYA tapi juga berdampak perlindungan bagi keselamatan diri sendiri.

Nabi Ibrahim itu mencintai Allah dengan segala ajaranNYA, sampai beliau harus mengorbankan apa yang menjadi kecintaannya di dunia ini, menyembelih putera kesayangannya. Sukakah nabi Ibrahim dengan perintah itu? tentu saja tidak. Sama dengan tidak sukanya saya ketika harus menutup diri dengan jilbab yang rasanya ribet dan panas itu. Tapi apakah nabi Ibrahim memilih rebel? membangkang? NOPE. Apakah saya membangkang? YES.

Nabi Ibrahim tak protes apapun meski perintah itu tak masuk akal, tak seperti masuk akalnya perintah berhijab ( yaitu melindungi diri sendiri). Bahkan meski beliau menangis darahpun beliau tetap menjalankan apa yang diperintahkan oleh RABB nya… dan seperti itulah seharusnya… never ask why for what make your RABB happy… just do what HE wants us to do… don’t ask… because it means that you love HIM as your RABB… and that you obey HIM as your Master.

 

 

 

Advertisements