Saya punya kebiasaan baru sekarang, mungkin ini dosa karena mencintai Allah dengan tak sopan..

Seperti meluk guling sambil bilang “Allah I love You”, atau membayangkan memeluk kaki Allah sambil bilang “Allah I love You”, meluk erat2 sampai tertidur..

The funny thing nya  lagi, karena cinta itu juga saya mulai berpikir, diminta menutup diri dari pandangan jail laki2 demi keamanan diri sendiri juga kok gak mau. Katanya cinta, kalau cinta kan apa yang diminta dijalankan, bukankah Allah Maha Pencemburu? Nabi Ibrahim as aja iklas menyembelih anaknya karena ingin membuktikan cintanya pada Sang Khalik. Masa saya cuma omong doang, tiap saat bilang cinta itu lalu buktinya apa?

Atau mulai mikir , satu2nya ibadah yang khusus buat Allah itu puasa, ibadah2 lain seperti sholat dan berbuat baik dan lain lain itu buat kita sendiri, bukan buat Allah. Allah tak perlu semua itu, kita yang perlu karena kita butuh semua itu kalau mau masuk jannah dan hidup aman di dunia penuh tipuan ini. Hanya puasa yang untuk Allah, lalu kapan saya puasa diluar ramadhan? mana pernaaah…., katanya cinta? masa gak  memberi sesuatu untuk yang dicintai? sebegitu DIA mengurus dan menjaga kita, kasih hadiahpun tidak?

Hampir tiap saat saya merasa malu padaNYA, pada ketololan2 saya dan kadang mengeluh dalam hati, “Kenapa tak Kau matikan saja aku sebelum malu ini menjadi begitu menyiksaku ya Maha Cinta?” kemana akan kusembunyikan mukaku? bukankah Engkau Maha Melihat?

Cukup sering pula saya meng-crossceck hati karena cinta saya padaNYA, kira2 DIA suka tidak ya? atau kira2 apa yang DIA harapkan aku lakukan? atau.. kalau aku begini apakah DIA kesal?

Kadangkala lagi kalau sedang asik dengan sesuatu lalu adzan berkumandang, dan saya masih enggan ambil air wudhu, hati saya langsung ngomel : katanya cinta, tapi dipanggil datang malah njait, dimana mana orang yang jatuh cinta itu kan selalu rindu untuk bertemu. Lalu saya akan bicara sendiri ” Sebentar ya Allah, sebentarrr tanggung nih tanggung”. Haaaahhh lagi2 omdo!!!

Begitu juga ketika melaksanakan sholat, kalau sudah pikiran kemana mana, lost focus, bacaan jadi cepat, gak konsen, lalu hati saya akan ngomel lagi ” Eazy gal! kalem cuuy, katanya cinta, giliran ketemu kok pikirannya ke dapur apa ke ke dompet, bukannya sedang memuji? sedang meminta? sedang memohon? tau gak sih gimana orang jatuh cinta itu memuji? atau memohon? masa sih sambil mikirin yang lain?” Nah biasanya saya jadi fokus, ngomong padaNYA bisa dengan penuh perasaan, penuh cinta dan harapan, sholat saya bisa lamaaaa sekali dan saya senang kalau bisa begitu. Ternyata sholat seperti itu memuaskan. Selesai sholat lega banget hati ini… semua perasaan cinta dan rindu itu meluap bersama puja puji dan permohonan dan harapan dan curhat. Tapi sholat berkualitas tinggi ini jarang banget kejadian… seringnya pikiran saya kebawa kemana mana dan hati saya berhenti mengomel, lalu sholat jadi cepat banget bahkan kadang lupa sudah rakaat keberapa… omdo lagi cintanya.

Saya merasakan, ketika pikiran dan hati kita terfokus hanya pada Allah, masalah2 menghilang semua raib ntah kemana. Kalaupun dibicarakan ya dibicarakan saja .. lalu nguap tak menyisa beban apapun di kepala dan hati.

Allah suka orang yang ikhtiar, maka kita berusaha mengerjakan sesuatu dalam konteks ikhtiar, Allah suka kebersihan, bersih kan sebagian dari iman, maka sibuklah kita beberes. Allah suka lo kalau dengerin dakwah, lalu denger dakwah. Anak2 bikin masalah? mikirnya “Allah suka kata2 yang lemah lembut, suka yang bisa nahan marah ” Ada memang yang tak bisa di kontrol, dan itu biasanya ketika marah. Maka sebelum marah memang sebaiknya cooling down cepat2, lalu lanjut lagi ketika cool. Setan ternyata mudah sekali menyelinap masuk ketika kita marah…

Ya sedikit saya mulai masuk pada situasi dimana fokus padaNYA itu jauh lebih menenangkan jiwa daripda fokus pada masalah sehari-hari, masalah rutin, atau masalah mendadak, atau masalah yang tak selesai2.

Kenapa saya baru tahu sekarang ya?

e90716ba1422d6dbc4b5320f7787507c