Ceritanya seorang kawan programer rajin mengamati postingan craft saya dari tahun ke tahun.

Kemaren, dengan hati2 dia menawarkan pada saya untuk membuatkan toko online dengan sistem bagi hasil saja, sehingga saya tak harus merogoh kocek untuk membayar jasanya yang bisa jutaan atau belasan juta rupiah. Simply karena diapun katanya berencana untuk membuka toko online tapi belum punya ide mau jualan apa, sehingga menawari saya untuk menjadi tenant nya.

Sebetulnya saya agak ragu melihat kesibukannya bekerja. Saya pikir urusan toko online ini gak bisa dibuat sampingan kalau rencananya cukup besar ke depan. Bisa muncul banyak masalah kalau gak di maintain dengan cermat. Apalagi saya berencana juga untuk menarik teman2 sesama crafter, bergabung menjadi satu bendera di toko online itu. Melihat era MEA yang bakal menghapuskan segala bea masuk maupun keluar, harga jualan produk craft bisa ditekan menjadi sangat bersaing dan ini cukup menantang untuk dijabani.

Seperti biasa saya berkonsultasi dengan keluarga tentang rencana ini. Itu selalu saya lakukan untuk menyimpan dukungan mereka. So, ketika ada masalah atau kendala ditengah jalan, mereka bisa semangat urun rembuk mencarikan solusi. Tapi betapa kecewanya saya ketika tanggapan mereka skeptis soal ini: kau cuma mengenal kawanmu lewat internet??, jangan sembarangan percaya sama orang? takutnya ini itu apalah apalah…

Saya sih maklum dengan respon semacam itu karena mereka memang tak mengenal seperti apa bisnis online itu tepatnya. Mereka juga tak terbiasa suka pada orang2 yang dikenal cuma lewat internet, yang ada lalu hanya rasa curiga, gak percaya, dan malah suudzon. Sementara saya sudah melanglang buana kemana mana dengan kehidupan internet ini, dan tak semua seburuk yang mereka teorikan sebetulnya.

Tapi lalu sayapun berpikir juga, ini proyek yang sangat visioner melihat kedepan nanti market place akan banyak melalui internet, apalagi kalau cakupannya bisa kelas internasional, harus ada yang benar2 bisa maintain toko online ini dan terpercaya. Teman saya itu soalnya juga orang sibuk kantoran yang buat program2 berdeadline. Sementara saya jelas tak mungkin mengelola toko sekaligus bagian produksi? berrrraaatttt. Belum lagi kalau kawan2 saya ikut bergabung. Sistem pembayaran bagi hasil harus jelas, kredibilitas seller juga harus terpercaya supaya tak membawa nama buruk bendera perusahaan. Dan tiba2 banyak masalah yang muncul.

Pffftt…. memang berbisnis itu harus tau timing. Ada waktu tertentu dimana kita cuma harus nekat saja tanpa mikir resiko atau apalah apalah, tapi ada waktu tententu dimana segala sesuatu harus rapi dipersiapkan supaya mencegah hal2 yang tak diinginkan kemudian. Pengusaha keren itu selalu punya intuisi untuk memutuskan kapan harus nekat dan cepat dan kapan boleh lemot. Saya bukan pengusaha keren itu.

Lalu disinilah saya dengan ide2 besar, tapi cuma di dalam kepala saja. Tak tau harus berbuat apa ditengah tengah masalah yang muncul bak air terjun menabiri mimpi. Ppppfffft

549f000483550bfcd369a9be8a6b73fe