Bukan seorang kepala keluarga tapi kepala batu. Apa-apa ditangani dengan kepala batu. Sama seperti sifat batu alam, kepala batu itu mempunyai nilai kekuatan tekan dan lentur yang tinggi serta keras tidak mudah hancur. Dia tak punya daya serap air, kalaupun punya, itu juga kecil . Dia tahan terhadap pengaruh cuaca serta tahan terhadap keausan. Jadi seperti itulah kerasnya sang kepala batu. Usaha apapun yang di “aktifkan” , batu tetaplah batu.

Kepala batu yang semacam ini kalau digunakan untuk urusan kebaikan, alangkah aduhainya. Tapi kalau urusan kengeyelan dan ke egoan, runtuhlah langit diatas kepala. Dan hanya si kepala batu yang kepalanya utuh, meski langit ambruk menimpanya.

Kata orang bijak, bahkan karang di laut bisa terkikis air dengan kontinuitas. Apa iya kepala batu juga bisa terkikis seperti itu? Siapa yang tahan rutin berdebur seperti ombak dan rutin menyentuh seperti air? Well, not a gemini of course, it is too boring to do.

Buat gemini, daripada bersifat sabar seperti air yang bertujuan mengikis karang dengan kontinuitasnya, lebih baik sabar jenis cuek pada batu. Biarkan Tuhan yang merapikan semua kepala batu menjadi kepala keluarga sebagaimana mestinya. Sebuah kodrat para lelaki yang harusnya dijalankan dengan penuh amanah…. bukan penuh bebatuan.

artworks-000084461139-fbfpfg-t500x500

Advertisements