Bukannya ga pengen berbagi dakwah, berbagi nasehat atawa berbagi ilmu.. Pengen, tapi males dibilang sok tau. Males dibilang sok alim. Males disangka munafikun. Males juga di prejudice (apa tuh bahasa melayunya?)

Malas berbagi kalau kita menggebu gebu yang nerima setengah hati karena kita bukan siapa siapa. Malas berbagi kalau saat kita merasa mendapat sesuatu yang baru yang berarti, buat yang lain biasa saja.

Dan memang tiap orang punya jalannya masing2 dan kita gak harus menarik mereka ke jalan kita. It will not fit them.

Tapi berdiam diri dan mencuekkan diri pada orang yang sebetulnya membutuhkan sharing kita itu pun rasanya dosa. Punya ilmu kok disimpan sendiri?

Finally mari kita coba simpulkan:  berbagilah hanya dengan orang yang senang dibagi. Bicaralah hanya pada yang sudi mendengarkan. Karena yang ilmu buat kita belum tentu jadi ilmu buat yang lain, dan karena apa yang merubah kita belum tentu juga bisa merubah orang lain, juga karena tiap orang punya turning poin masing masing dengan penyebab berbeda dan waktu yang berbeda pula.

Kalaupun kita harus terpaksa sharing, gak ngarep bakal di dengar, gak ngarep bakal diserap, gak ngarep bakal direspon or gak ngarep bakal ngefek at all, karena urusan kita cuma menyampaikan ala kadarnya and left!
Allah will take care the rest.

Advertisements