Gak lama sesudah nonton kisah cinta Ainun dan Habibi, saya nonton kisah cinta Celin Dion dan Rene`. Dan berulang ulang saya tonton kisah itu.. Again and again and again.

Bukan apa-apa, saya cuma kagum dan takjub bahwa cinta sejati itu ada! Iya! Ada! Cinta yang tak luntur sampai berpuluh tahun, bahkan cintanya semakin menebal dan mengkilat tuh ada banget. Bukan fairytale..

Oiya pantesan Allah, sepertinya, gak mention detil tentang siapa yang akan mendampingi siapa di jannah sana, karena gak semua orang mendapatkan cinta sejati yang “pastilah” berharap di jannahpun akan bersama kembali. Saya rasa justru lebih banyak yang gak berharap bertemu pasangan yang sama seperti saat di bumi. Why? Karena mereka2 ini berpasangan tapi tak dikaruniakan cinta sejati. Pure berpasangan cuma untuk saling menguji doang.
Dan Allah Maha Adil soal ini. “Kau boleh memilih hidup dengan orang yang kau cintai” begitu kira2 janjiNya. Allah tak mention orang itu siapa…

Ya Allah.. Cinta sejati itu luar biasa indahnya ya, tapi pastinya equal dengan rasa sakitnya ketika cinta itu Kau ambil kembali. Tak ada yg abadi di dunia ini. Semakin cinta jadinya semakin luka. Allah Maha Adil. Ada yg tak punya cinta sejati sehingga hidupnya biasa saja, tapi ketika cinta biasa itu diambil, rasa sedih saja yang muncul, gak sampai sakit mengiris jiwa. Biasa saja seperti kehilangan bolpen :p

Saya pernah debat dengan seseorang yang punya teori bahwa suami istri akan dipertemukan kembali di jannah. Saya bilang: tidak seperti itu, melainkan laki2 akan diberi bidadari. Dilain ayat Allah bilang : apapun yang kau minta akan Aku kabulkan dan kau akan hidup dengan orang yang  dicintai olehmu.

Nah kalau selama dibumi mereka termasuk yang dianugrahi cinta sejati, pasti memilih cinta sejatinya sebagai pendamping daripada milih bidadari. Nah kalau kebetulan itu suami istri maka dipertemukanlah mereka.

Masalahnya banyak pasangan dibumi yang tak punya cinta sejati. Jadi mereka gak ngarep juga ketemu pasangan yang sama di jannah. Jawaban mereka tentang mau pilih ditemani siapa di janah? Tentunya jelas; milih bidadari daripada mantannya. Betul?

Itu kalau buat lelaki yang orientasi utamanya memang wanita. Tapi buat para wanita sendiri, apakah mereka orientasi utamanya juga bidadara atau pria??? Nope! Nope! Nope. Kecuali wanita yang punya cinta sejati yang pasti milih cinta sejatinya, saya yakin kebanyakan wanita malah memilih kekayaan atau kecantikan dan bidadara masuk di list terakhir or paling tinggi di list nomor kesekian puluh.

Allah Maha Adil…. Al Malik…

Lalu sayapun bertanya pada kawan saya yang ngeyel itu: apa kamu cinta sejati pada alm. suamimu?. Dia menggeleng lalu bilang: cinta sejatiku itu kakak kelasku dulu. Sayang aku tak bisa menikahinya. Saya bertanya lagi: lalu kalau disuruh milih ditemani suamimu apa kakak kelasmu, kamu pilih siapa?. Dia jawab: kakak kelas. Saya berseru: naah!!! Dan kamu tau pasti kalau kamu cinta sejati suamimu gak?. Jujur jawab. Dia menggeleng. Wajahnya mulai mengerti maksud saya. Saya menyambung lagi: kalau suamimu ditanya siapakah cinta sejatinya, apakah kamu yakin dia akan menunjuk padamu?. Teman saya tergagap menjawab: ttidak tau juga ya.
Nah!!

Sayapun berpikir, orang akan mendapatkan cinta sejatinya yang indah itu di jannah sana. Suami istri yang tak mendapatkan cinta sejati di dunya, kalau mengacu pada janjiNya, akan mendapatkan cinta sejatinya di jannah. Suami mendapatkan yang sejatinya miliknya, istrinya mendapatkan yang sejatinya miliknya. Gak bakal ada marah2 atau cemburu2 kalau dua2nya bahagia… Iklasssss pasti !!

Saya semakin kagum atas keadilanNya….

Advertisements