Kamu dan saya boleh punya pendapat berbeda tentang sesuatu. Itu halal. Why angry kalau tak sama? Yours ya yourslah. Mine ya mine. Sudah . Titik.

Begitupun perbedaan yang mencuat soal pemimpin bukan islam di negara yang mayoritas islam. Ada pendapat yang bilang boleh saja mengapa tidak? Justru aman karena muslimnya banyak, sedikit nyeleneh langsung keroyok rame rame. Amankan. Toh kita banyakan. Takut apa? Selama dia punya boss muslim lagi diatasnya ya tak mengapa dan selama dia tak jadi pemimpin mesjid ya tak apa. Logika pakeeee!!! Pakeee! Kristenisasi apa yang kamu kuatirkan dari seorang Ahok??? Justru kamu yang melakukan kristenisasi karena orang yang tadinya muslim jadi kristen karrna ngeri sama kamu dan kagum sama Ahok.

Darimana juga logikanya kok bisa bisanya menganalogikan hal ini sebagai lebih baik memilih kambing sakit daripada babi sehat? Manusia tak bisa dianalogikan dengan hewan. Hewan itu tak berakal dan tak ada jaminan apapun bahkan dalam quran. Tapi manusia mendapat tempat spesial dimata Allah, dan kamu tak akan pernah tahu apakah muslim yang corrupt itu lebih baik dari Ahok yang jujur. Bukankah sebetulnya sebagai agama yang paling sempurna Islam tak menghasilkan muslim korup? Dan amanah yang diletakkan dipundak muslim jauh lebih menuntut tanggung jawab besar karena seharusnya muslimlah yang jadi contoh ajaran terbaik? Kalau kafir itu didefinisikan sebagai menolak kebenaran, lalu bukankah ada kebenaran yang tertolak ketika seorang muslim berbuat corrupt? Kenapa memilih yang korup kalau ada yang jujur? Kenapa memilih yang sakit kalau ada yang sehat? Kenapa memilih yang jahat kalau ada yang baik? Kenapa memilih setan kalau ada malaikat?

Tindakan nyata itu menunjukkan kualitas hati.

image

Advertisements