Kawan itu kawan kuliah. Saya tak begitu kenal dia, tapi saya tahu perawakannya. Tinggi, gondrong, kadang rambutnya diikat satu, wajah oriental, seperti itulah dia.

Mungkin dia tahu saya dari alumnus list di grup fb, mungkin juga karena saya bukan tipe tafkiri sehingga dia tak segan banyak tanya soal agama, bahas soal agama, filosofi, kehidupan dll yang semacam itu. Sepanjang obrolan dengannya tak sedikitpun saya mencoba bertanya agamanya. Tiba2 buat saya, agama itu privacy banget, seseorang berhak tak memberitahu dan saya merasa tak pantas menanyakan. Tapi saya kepo, men-stalking akunnya dan cari tahu agamanya. Tapi tak menemukan selain keluarga besarnya yang berperawakan oriental semua dan istrinya yang non oriental.

Orangnya nampak baik hati dan sabar. Kelihatannya tak suka basa basi atau gombal gambul, lurus lurus saja menjadi apa adanya.
Dan saya merasa nyaman2 saja ber chat dengannya meski kadang aneh. Aneh karena dia cuma bertanya lalu saya menjawab tapi pertanyaan2 kehidupan misal: “apa yg menyebabkan ibu memilih islam?” Saya menjawab bla bla bla. Lalu dia bilang: ” tks”. Lain waktu dia chat lagi : ” Apa yg membuat orang pindah agama bu?”.. Atau ” Menurut ibu, apakah agama itu cuma dogma?”

Terus terang jikalau saya menghadapi non muslim, saya selalu mengambil sikap sebagai duta Islam. Why? Somehow saya ingin menunjukkan indahnya islam , damainya islam dan mudahnya islam sehingga dia tertarik lalu ujuk2 mualaf. Hehehe… Muluk ya. But who knows? Saya ingin ketika islam dicela temannya yang lain dia bisa bilang : jangan cela islamnya, itu cuma muslim oknum, teman muslimah saya baik kok tak seperti yg digambarkan media.
Nah! Seperti itu!!

Ternyata saya tak salah. Kawan saya ini rupanya beristri seorang muslim dan dia nasrani. Sebetulnya dia sempat suka pada islam dan sempat mempertimbangkan menjadi mualaf tapi dia tersandung kenyataan bahwa Islam damai itu tak ada, dimana mana ricuh! Kekerasan! Islam toleran itu tak ada! Islam damai itu bullshit!! Yang dia tahu Islam kasar, bengis, rasialis!!! Jahat seperti hitler!! Sok menguasai surga! Dll yang jelek2. Sehingga dia mengurungkan niatnya, malah ngeri melihat agama rasulullah ini!!

Tiba-tiba saya merasa ingin menangis… Sumpah saya sedih mengingat rasulullah yang berjuang sedemikian rupa untuk membangun image muslim qur’ani sebagai umat kebanggaannya, akhir akhir ini malah menjadi bahan bully, ejekan, karena begitu jeleknya image islam dimata agama lain, dimata dunia..cuma karena kebodohan muslim itu sendiri.

Sukurlah kawan saya ini selalu mengikuti postingan2 saya yang kebanyakan memang mengcounter semua berita jelek tentang islam: tentang islam yg rasial, tentang islam yg anti toleransi, tentang islam yang sok merasa penguasa surga atau tentang islam yang ekstrim dll. Memang jadinya seperti ada dua macam muslim dalam satu islam, tapi tak mengapa, setidaknya dia tahu, tak semua muslim seperti yang dia pikir. Tak semua.

Ya Allah… Beri saya kekuatan menjadi duta agama saya sebaik yang saya bisa dan sebaik yang Engkau kehendaki
..

Advertisements