Kalaupun suatu saat nanti, or now I wear hijaab… It is not because of the hellfire or family urge or husbands sake or protection or safety or bla bla bla….whatever! but! Because Allah, because I love Him, because I submit to Him, and because I wanna please Him and make Him happy . That is it.

Selama ini saya berkeyakinan sama dengan beberapa ulama bahwa hijab itu gak harus tutupan, baju yg menutup tubuh from head to toe itu saja sudah hijab. Apalagi kalau diurut dari sejarah mengapa perintah itu turun…karena wanita suka telanjang saat itu.. Jahiliah time! What do you expect from jahiliah? And kita sudah far away dari masa itu dan sudah menutup tubuh dengan sopan… Kita sudah berbeda dari wanita2 yang berbaju tapi ‘telanjang’, you know what I mean. So.. Gak harus ketambahan hijab lagi.

But, later i think…kalau sesuatu itu tak butuh perjuangan, tak butuh penaklukkan nafsu or ego, tak butuh usaha untuk mengeksekusinya, sesuatu itu tak punya nilai apa-apa, zero!!! God will not smile at you!

Mungkin boleh saja berpakaian sopan.. Tapi kita tak menyenangkan Dia. Bukankah Dia ingin semua wanita muslim menutup diri dari pandangan laki2??? Menutup diri dalam artian pengekangan semua nafsu dan ego ingin dilihat? Ingin dandan? Ingin exist? Ingin cantik? Ingin mempesona orang? Kalau efeknya lalu berbalik menjadi perlindungan pada diri muslimah itu sendiri, itu cuma sebab akibat! But inti dari semua perintah ini adalah : menyenangkanNya! MenurutiNya! Patuh pada perintahNya! Not because of the hell fire but because of He loves you so that you should love Him too with all your heart just like Prophet Ibrahim a.s had done when he proved his love to Him by doing His “nonsense” command.