Rasa itu tak bisa kau atur atur. Kalau kau merasa bisa mengatur rasa, itu cuma fatamorganamu saja. Kekuasaanmu hanya sebatas mengendalikan. Sejauh mana dan sehebat mana kendalimu, itu ada ditanganmu. Tapi tentang rasa, kau tak mampu melakukan apa2: tak meng-adakan tak jua meng-hilangkan.

Itu sebab ketika kau merasa cinta,kau hanya bisa menerima dan menikmatinya tapi meski begitu, cinta membutakan jika kau tak hati2, cinta menjerumuskan kalau kau jauh dariNya, cinta menghancurkan kalau kau tak bisa menguasainya.

Kadangkala kau perlu berjernih pikir untuk mengenali kendalimu terhadap cinta, apakah benar? Apakah salah?. Penyesalanmu itu tak pernah ada di awal tapi diakhir.  Ketika kau bertemu penyesalan, waktu tak akan memihak padamu, dia tak akan bisa kau ulang, kau hapus atau kau edit, tak akan pernah!!! Maka pesanku padamu satu saja : jangan ambil keputusan sendiri atas rasa rasa yang bukan kendalimu. Minta keputusan terbaik pada Sang Maha Pengendali, Maha Tahu, Maha Bijaksana. Kadangkala DIA bisa menjawabnya dengan hanya menghilangkan rasa itu begitu saja! Begitu saja sampai kau merasa heran mengapa kau pernah cinta?

Tak ada yang sia sia semua yang kau serahkan padaNya atas rasa rasa yang Ia tumpahkan dihatimu, namun sebaliknya, waspadalah terhadap apa yang kau putuskan sendiri seolah olah kau penguasa perasaanmu. Rasa2mu itu cuma tamu yang datang dan pergi atas ijinNya bukan ijinmu. Sekali lagi jangan andalkan otakmu untuk mengambil keputusan atas hatimu. Andalkan Dia! Cuma Dia.

Tidakkah kau merasa letih pada dirimu sendiri…?

Advertisements