Bener kata pak Ustad Nouman, somehow orang membuat kita membenci diri mereka sendiri, membenci gaya mereka, bahkan membenci agama sendiri cuma dari cara mereka menyampaikan nasehat berbau religius. Why? menurut beliau, biasanya orang yang seperti itu menyampaikan nasehat dengan memakai “ego”. Ego itu bisa bermacam-macam, bisa ego merasa sok benar, bisa ego merasa sok suci sendiri, bisa ego merasa sok lebih tua, bisa ego merasa sok paling menguasai banyak hal, atau merasa sok paling berhasil dalam mengatasi masalah. It is when the ego takes place…everything ruins in pieces….

Rasanya, dan saya hampir yakin 100%, tak semua orang harus melalui jalan yang sama dalam mencapai kesuksesan, isn’t it true? Orang yang sukses jualan bakso, belum tentu kita juga sukses jualan bakso. Semua orang punya jalan masing2, demikian pula dengan “ilmu” dengan “kebijaksanaan” dengan “pengertian” dengan “kematangan”, pintu pintunya banyak. Gak harus orang yang mendapat pencerahan lewat pintu b, menuntut orang lain bercerah diri lewat pintu b juga. Banyak kok pintu2 pencerahan itu, gak cuma pintu b; ada pintu a, b, c, d ,e , f ,g, dst lalu pintu a1, b1, c1, d1, dst lalu pintu a2, b2, c2 dst dst alias banyaaak…banyaaaaak sekali.

Menghakimi orang lain yang memilih pintu berbeda dari kita sebagai golongan ‘salah’, golongan ‘sesat’ atau golongan ‘tolol’, adalah mendahului Sang Khalik. Who are you to do such stupid thing??? Bukankah Allah yang menghendaki hambaNya harus melalui jalan yang mana? sesuai dengan kemampuan masing2???

Really I can tell the difference between someone is talking with the egos and someone is talking with sincere …
Really I am afraid I become one of the one who is talking with egos 😦 Allah..help me not.

Advertisements