Kemaren ada dua tukang gas datang ke rumah. Saya sudah menerka dua orang ini bakal jualan sesuatu. Actually mereka sudah menjual sesuatu pada mertua saya, tutup gas berpengaman itu. Ceritanya cuma kontrol saja, tapi juga ternyata menemukan bahwa selang gas melenyot dipangkalnya karena terkena minyak, dengan segala cerita horor mereka tentang ledakan, akhirnya mertua setuju mengganti dengan yang baru.

Ntah mengapa, mungkin Tuhan juga yang membuat begitu, mereka melihat kompor singel saya di luar yang memang saya pakai kusus untuk jualan, jadi hitung hitungannya bisa mudah (itu sebab saya sendirikan).

Ketika mereka mulai ribut soal bahayanya kompor gas saya itu, saya mulai ribut resist juga menolak aksi provokasi mereka yang berbau horor kental. Menjadi doble horor buat saya karena sejak sebelum sebelumnya saya memang kuatir dengan kompor gas saya yang diletakkan diluar itu. Takut digigit tikus lalu saya tak tau, lalu menyalakan api and BLARRRR… gosong deh. Nah horor ini digambarkan dua sales itu dengan sangat mengerikan sehingga marahlah saya : kalau jualan gak usah pake nakutin orang ya!!!! Gerutu saya. Mereka kaget dan balik kesal pada saya : ini untuk keamanan satu rumah bu. Ibu apa gak baca soal gas meledak menghabisi 7 rumah??? Saya berbalik dan pergi meninggalkan mereka dengan marah: dasar salesss koplok!!! Mau jualan pake scary movie! Koplookkk!!! Gerutu saya yang pasti di dengar suami.

Menenangkan diri di kamar tapi sambil makan kacang gaya panik karena dibalik kekesalan saya, saya setuju dengan bahayanya gas tanpa pengaman, apalagi gradenya sudah c alias harus dibuang karena ternyata selain tidak match.. tanggalnya juga sudah kadaluarsa.

Saya keluar lagi menemui mereka, agak lebih tenang. “Ya sudah, tolong ganti selang gas saya sajalah dengan punya saya yg lama “(saya punya standing kompor yg harganya 16 juta dan selangnya nganggur tak terpakai karena kompornya sedang bermasalah). Mereka setuju.

Tapi kemudian, dasar sales !!!, Mereka mendemokan betapa aman gas saya kelak jika menggunakan pengaman gas mereka. Sesuatu yg selama ini memang saya harapkan saya punya demi in shaa Allah keamanan. Dan begitulah… usaha dua orang sales koplok itu sukses membuat saya merogoh dompet membeli jualan mereka. Saya merasa dirampoook!!!

Tapi betulkah dirampok?

Somehow saya dapat rejeki beberapa hari sebelum mereka datang. Somehow lagi, antara saya dan rejeki saya sekarang ada pembatas yg bernama amanah. Dalam artian, sejak ada batas itu saya selalu berpikir bahwa Allah memberi sesuatu untuk sesuatu dimasa depan yg saya tak tahu apa. Jadi setiap kali saya berencana apa yg akan saya perbuat dengan rejeki itu, setiap kali pula saya ragu jangan2 Allah punya rencana lain dengan rejeki ini. Dan HE is the BEST Planer ever!

Benar saja… rencana saya buyar gempita dan rencanaNyalah yg tereksekusi dengan sakitnya anak saya, plus saya harus mengamankan kompor gas saya itu!!!. Habisnya lumayan banyak… tapi masih ada sedikit sisa…

Saya masih berharap bisa mengeksekusi rejeki yg tersisa ini dengan “menganakkannya” melalui bisnis. Tapi walahuallam.. itupun kalau Allah meridhoi dan setujui…

Karena sekali lagi.. manusia hanya berencana, Allah menentukan. It was well prooven!

Advertisements