Saeni broke the rule, karena buka warung siang hari padahal aturan tak membolehkannya begitu.

Saeni broke the rule, dagangannya di gasak satpol pp, semua dimasukkan kedalam kresek, dibawa

Saeni broke the rule nangis2 karena jualan mendadak raib, untung tak dapat modalpun hilang menguap

Saeni broke the rule jatuh sakit ntah karena kekasaran satpol pp, ntah karena kaget sebab mendadak disatroni ala rampok disiang bolong

Saeni broke the rule mendapat simpati publik bukan karena buka warteg siang hari ketika ramadan, melainkan karena kekasaran satpol pp yang mendekati penzoliman (apa sudah masuk area  dholim?)

Saeni broke the rule tak tahu apa-apa dan tak minta apa-apa lalu mendapat rejeki nomplok dari rasa kasih orang yang melihat sepenggal adegan pendholiman itu.

Saeni broke the rule tetiba menjadi celeb, diberitakan dimana mana

Saeni broke the rule tetiba punya haters dan pendukung

Saeni broke the rule dibela,juga dihujat

Saeni broke the rule di bully, juga dilindungi

Saeni broke the rule tetiba diinvestigasi oleh siapa saja

Saeni broke the rule tetiba menjadi objek penelitian banyak orang dan masing2 punya laporannya. Satu membela, satu menjatuhkan

Saeni broke the rule… wait… rule about what? Aturan bahwa saat ramadan tak boleh jualan makanan disiang hari. Ohh, aturan yang dibuat manusia? Ya, aturan yang dibuat manusia, yang menjadikan Saeni broke the rule seorang pesakitan.

Apakah manusia berhak menghakimi saeni?

Ya tentu sebagai pelanggar aturan buatan manusia, bukan sebagai pelanggar aturanNYA.

Sudah setinggi itu derajat manusia menghakimi Saeni broke the rule.

Yaaa… sudah setinggi itu… se tinggi itu.

Mengahadap langit : Allah … where is Islam? where is iman? where is Ihsan?