Saya bilang teman yang sedang bermasalah. “Dirikan sholat” disiplinkan. Dan mulailah membangun iman.

Bukan sok dakwah, tapi menjadi konsisten itu perlu niat dan usaha yg keras. Itupun tak lantas ada jaminan konsistensi akan stabil. Tapi ketika konsisten mulai tak stabil akan ada penolakan dalam diri yang memaksa kita untuk stabil : A control. Control itu terbentuk dari tindak konsisten kita.

Karena suatu waktu, saya pernah dalam kondisi percaya bahwa sholat bisa jadi media menyelesaikan masalah saya. Saya hanya melakukannya karena saya percaya itu saja. Makna sholat, nilai sholat, bacaan2 doa di dalamnya, saya tak tau. Blank! Tak ada perubahan selama saya sholat itu.. tak ada. Masalah tetap banyak, jalan keluar tetap buntu.

Ketika ada sodara yang membuat statement : apa gunanya sholat kalau tetap tak mampu menyelesaikan masalah? Menjadi lebih bijak?, Saya marah. Karena saya sholat justru untuk berharap “dijadikan bijak”. Tapi kejadian inipun tak membuat saya surut terus sholat “tanpa makna” hanya berbekal tawakal itu saja. Tawakal bahwa sholat lah jalan keluar pertama dari berjubel masalah rohani jasmani saya. Jangan meng underestimate sholat dong!!!

Konsistensi berbuah manis, dan control pun terbentuk alhamdulillah. Tiba2 juga saya mendapatkan ketenangan. Ya ketenangan dari tindakan sholat yg tanpa makna itu. Saya justru tak tenang jika tak sholat sekarang. Masalah? Masalah masih berjubel!!! Tapi setidaknya saya tenang.

Lalu dari sholat yang mulai konsisten, ilmu seperti didatangkan untuk saya. Ilmu apa? Ya ilmu tentang apa sholat itu. Tentang bacaan dalam sholat, dan tentang sejarah sholat dll dll yang berhubungan dengan sholat. Ilmu2 ini yang membuat saya mulai mampu memaknai sholat, menilai kehebatannya dan mulai mendapatkan khusyuk. Masalah? Tetaaap!!!!

Melalui konsistensi saya menemukan kenikmatan sholat dan kebutuhan akan sholat. Luar biasa bukan? Masalah saya tak selesai … belum. Tapi saya mulai merasa ringan menjalaninya. Ilmu pun terus didatangkan sehingga saya melihat masalah dari sudut yang berbeda sekarang. Masalahnya masih sama, tapi cara pandang saya berubah!! Dan perubahan cara pandang itu nyaris meniadakan masalah!!
Selain itu perasaan kita menjadi sangat peka atas pertolonganNya.

Saya menjadi bisa merasakan bahwa pertolonganNya itu ada tapi bukan selalu dalam bentuk yang kita bayangkan atau harapkan. Sedikiiiit saja Dia menolong, kita bisa tahu lalu bersyukur dalam dalam. Dari syukur pada yang sedikit ini Dia kadang memberi yang besar yang persis dengan mau kita yang bahkan orang lainpun bisa lihat.
Subhaa Allah.

Masalah saya tetap ada dan tetap sama. Tapi saya menjalaninya dengan cara yang berbeda dari sebelum saya men-sajadah. Dan cara itu ilmunya saya dapat dari DIA. Ilmu itu yang membuat saya sekarang melihat masalah sebagai ladang uji berbuah amalan. Luar biasa? Ya.

Masalah saya tetap ada dan tetap besar… tapi kali ini saya bisa terseyum… bukan lagi menjadi gila.

Takbir…

Advertisements