Ceritanya saya sedang duduk sebelah menyebelah dengan ibu saya, nonton acara dakwah di tivi. Mendadak kami bicara soal jidat hitam karena si pendakwah berjidat hitam. Ibu nyeletuk: ” Ni orang pastinya orang sholeh”. Saya nyaut santai : ” Ah gak juga sih” Ibu ngotot : ” Alim dan sholeh “. Saya ngotot juga : ” Engga. Coba liat ini” kata saya sambil menunjuk tanda hitam di jidat saya yang karena letaknya di ujung jidat, jadi seringkali tak terlihat karena tertutup rambut. Ibu nampak menaikkan alisnya kaget : ” Wah udah sholeh kau?” Tanyanya ragu ragu. Saya balik bertanya: ” Apa iya? Rasanya engga”.

Tetiba ibu ingat banyak pelaku kejahatan yang jidatnya hitam seperti pembunuh mutilasi, atau teroris. “Nah itu” kata saya nyantai membenarkan. Lalu bertanya, “Masih percaya jidat hitam tanda sholeh?”

“Engga kayaknya…”

Advertisements