Ternyata memang orang tuh jalannya gak sama. Mungkin ada yang sama, tapi yang gak sama lebih banyak lagi. Juga kalau nasehat yang kita coba sampaikan pada seseorang, persentase diterima paling besar cuma 1/2%, persentase tak diterima 100%!!!

Karena saya sering di rekomen link link pendakwah yang menurut kawan bagus dan keren dan cool dan asik dan banyak lagi lah, yang katanya bisa mencerahkan saya, but in fact, setelah melihat sekian detik, kebanyakan saya tak bertahan lama. Belum2 sudah boring. Alih2 menyerap ilmu yang disampaikan mereka, saya malah berhenti biasanya di 5 menit pertama. Tak ingin mendengar sama sekali, ntah mengapa buat saya tak menarik AT ALL!!!

But, bersamaan dengan perasaan itu, saya ganti berpikir. Bukankah saya juga sering memperlakukan orang seperti itu? “Denger ustad Nouman deh… asik banget tuh orangnya, bla bla bla bla bla…” dan saya membayangkan orang akan senang mendengarkan ustad fave saya itu sesenang yang saya rasakan. But who knows? kejadian yang menimpa saya itu membuat saya sadar bahwa, orang orang yang saya beri rekomen itu belum tentu sependapat dengan saya, sama halnya seperti saya tak sependapat sama sekali dengan mereka.

But anyway, we do share… dan itu better than do not. Kalau siapa tau ada yang mendapat manfaat dari apa yang kita bagi, bukankah kita sudah melakukan amalan kecil? Sama halnya dengan Pak Nouman itu; prinsip beliau itu adalah syiar, soal bisa diterima atau tidak, beliau ya lepas tangan saja karena sesungguhnya soal itu adalah teritori Allah Yang Maha Kuasa. Kita toh tak pernah diajarkan berharap pada manusia? but HIM?

Saya mendapat pelajaran itu saja, soal harapan pada manusia itu saja. Bahkan untuk urusan nasehat menasehati pun kita tak bisa berharap banyak pada manusia, dan berdoa sebelum memberikan nasehat itu tetiba menjadi begitu fital dan begitu fatalnya supaya maksud kita persis mengenai target.

Urusan nasehat saja kita tak bisa mengandalkan manusia, apalagi urusan lainnya????

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements