Pulang dari Bandung, saya bawa oleh2 cerita soal mahluk ciptaanNYA yang lain yang bernama jin. Ntah sudah berapa cerita dari berapa sumber tentang mahluk2 yang hidup bersama sama kami di rumah orangtua saya itu. Sebetulnya tak hanya dirumah orangtua saya, tapi di seluruh komplek banyak cerita dan pengakuan yang sama tentang keberadaan mahluk2 yang terbuat dari api itu. Gak heran sih sebetulnya karena mereka kan memang hidup berdampingan dengan manusia meski beda dimensi. Mereka terlihat kadang2 karena mereka memang sengaja tampil diluar wujud aslinya atau karena manusia terbuka tabirnya sehingga mampu melihat mereka.

Saya di rumah itu sejak SMA, selama itu harusnya para mahluk jin sudah tinggal disana. Gak ada masalah sama sekali, dengan kawan2 malah sering kongkow di belakang rumah (yang katanya tempat jin arisan alias ngumpul2). Biasa saja tak takut tak merasa merinding-rinding. Di dapur mau semaleman pun biasa aja. Tapi sejak ada cerita tentang keberadaan mereka, tetiba aura rumah itu “berasa” berubah.

“Ada nenek2 berambut putih mengembang… pegang tongkat, sudah tua banget”. “Ada bapak2 masih agak mudaan berbaju kembang2 berpeci hitam, yang mondar mandir duduk bergabung bareng kita kadang2 masuk ke kamar”. “Ada yang goser2 di lantai, posisinya tengkurap jalannya merayap rayap, sepertinya laki2 tak pakai baju, badannya berlendir”. ” Ada yang seperti gaisha, suka duduk atau berdiri diam di teras rumah”. “Ada yang wajahnya tertutup rambut…tangannya pendek, berhidung panjang dan berbuntut”. “Ada yang seperti kelelawar berkepala manusia , merayap rayap di dinging dan langit2 kamar” dll dll termasuk gondoruwo, pocong atau kuntilanak. Nah, gambaran2 ini lah yang lalu membuat bulu kuduk merinding rinding tiap kali teringat mereka pas di dapur sendirian atau di teras sendirian kala malam.

Saya jadi mikir, mindset itu ternyata luar biasa efeknya ya. Kekuatan mindset itu bisa menggerakkan bulu roma (merinding), jantung berdegup, kehilangan orientasi, bahkan bisa histeris sendiri, hilang akal, kerasukan, dll dll you name it. Bayangkan saja, sebelum kepala saya diisi cerita2 soal mahluk ini, saya orang pemberani. Tapi sejak, isi kepala saya diobrak abrik dengan cerita2 itu, saya jadi super penakut. Padahal dulu dan sekarang mereka tetap saja ada, dan tetap tak mengganggu saya sebetulnya. Sama saja sebetulnya. Mindset bisa merubah ruang terang menjadi gloomy, warna putih menjadi hitam, keras menjadi lembut, kotor menjadi bersih dll dll. Liar…menggila dan tak terkontrol kalau terus dilepas dan dibiarkan menguasai pikiran.

Maka atas nama keyakinan pada kekuatan manusia sebagai khalifah yang mengemban 99 namaNYA dengan segala kekuatanNYA, saya pernah mencoba menaklukkan kegilaan pikiran saya yang ndadak jadi penakut, dan saya bisa. Kenyamanan dan ketenangan itu saya rebut kembali di dalam kepala saya sendiri!!!!

Intinya, mindset itu sangat mengambil peran penting dalam kehidupan kita. Battle, arena perang kita yang terbesar itu ada dalam kepala kita sendiri. Bagaimana kita mencapai ketenangan dan kedamaian itu kuncinya ada dalam diri kita… bukan didiri orang lain or..lingkungan. Dimanapun kita berada, sebetulnya ada kedamaian yang diperuntukkan untuk kita, asal kita tau dimana menemukan kendalinya; pikiran kita sendiri.

Bahwa kita menyimpan kekuatanNYA, dan mendekat padaNYA itu adalah salah satu cara menguatkan pikiran kita sendiri. Kuat dalam artian bisa menguasai semua waswasa yang sumbernya dari nafs dan mahluk2 astral itu….

2253192d909323c333f9f7117a7c45fe

Advertisements