Saudaraku,

Pertama-tama perbaikilah ibadahmu, seperti sholat, puasa, haji dan zakat. Selanjutnya, perbaikilah ahlakmu. Jika kita berahlak islami, “angin islami” ini akan berhembus membawa manfaat bagi banyak orang.

Seorang sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah saw. “Ya Rasulullah, saya ingin menjadi orang yang paling hebat diantara yang lain.” Apa kira2 jawaban Rasulullah? sholatkah? tahajud kah? puasakah? zakatkah? haji/umroh kah?. Rasulullah menjawab, “Layanilah orang2, maka kamu akan menjadi yang terbaik,”. AHLAK MULIA!

Seorang sahabat juga pernah bertanya,” Ya Rasulullah, saya ingin tetap teguh dalam keimanan saya dan saya ingin menyempurnakannya,” Rasulullah menjawab,”Perbaikilah ahlakmu, maka keimananmu akan sempurna,”

Saudaraku,

Kita menjumpai banyak yang melakukan sholat dan puasa. Kita juga menjumpai banyak yang berjenggot dan menggunakan sorban, tapi kita tak menemukan mereka berahlak baik. Dunia ini sungguh telah kekurangan mereka2 yang suka memaafkan atau mereka2 yang suka meminta maaf atas kesalahannya. Kalau istri marah, bisa dipastikan dia akan membentak suaminya, kalau suaminya marah bisa dipastikan dia akan membentak istrinya. Kalau anak marah, dia akan berkata-kata tak pantas pada orang tuanya. Kalau orangtua marah, mereka akan memukuli anaknya dan sama sekali tak melihat apakah perlakuan itu memberi manfaat pada perkembangan anak atau tidak?

Saudara pada saudarapun begitu. Di tempat saya ada dua bersaudara yang tinggal bersebelahan. Salah satunya kemudian meninggal. Saya dikabari bahwa saudaranya yang masih hidup menolak untuk melayat kesana. Saya panggil dia dan anaknya, saya bilang , “Setelah kematian, maka berakhirlah pertikaian. Pergilah melayat.”. Dia menjawab, ” Gak akan. Kami sudah tidak saling melihat selama dia hidup, apa gunanya saya melayat dia sekarang?”. Saya bilang, “Dia kan sudah tiada sekarang, apalagi yang harus diperdebatkan jika masalahnya sudah tak ada? Paling tidak ingatlah susu ibumu yang mana kau telah berbagi dengannya,” Dia itu tetangga saya, dan saya memohon serta membujuknya, tapi dia tetap menolak. Begitulah dunia kita ini diisi oleh orang2 seperti itu.

Apa ahlak kita? beri salam hanya pada yang memberi salam? jika dia tak beri salam, maka kita tak memberi salam? inikah juga ahlak kita ?: bahwa siapapun yang tersenyum padamu, maka kamu balaslah senyumnya itu dan siapapun yang melotot padamu, maka ancungkan padanya batu bata? bagitu? beginilah nilai ahlak itu sekarang.

Rasulullah saw bersabda, ” Orang yang berahlak baik akan melampaui orang yang sholat tahajud dan berpuasa sepanjang hidupnya.” Mengapa? karena sifat ini (ahlak mulia) sangatlah jarang dimiliki.

Ahlak mulia ini, bisa dikatakan, adalah:  jaga dan kontrollah lidah ini!, maka ahlak2 lain akan turut terjaga dengan sendirinya.

Suatu saat, kami pergi untuk berdakwah ke Kasmir. Beberapa pengacara datang dan menemui kami. Saya dakwah sebentar lalu salah satu dari para pengacara itu kemudian berkata, “Anda menjelaskan beberapa poin tapi nasehat yang mana yang kira2 penting buat saya?” Saya menjawab, “Lihat saya,….. ini! (pegang lidah). Jaga lidahmu.”. Dia cepat bilang, “NO!NO! yang lain saja yang lain” (pengacara kan sering bersilat lidah memang :D)

Jika saja anda berhasil mengontrol lidah pada saat marah atau bahagia, bicara hanya yang penting saja, maka tak ada siapapun yang punya kedudukan sehebat anda. Tak ada yang bisa menyamai anda bahkan dengan tahajud, sholat, puasa, haji/umroh sekalipun!

Saeed Anwar dan Muhammad Yusuf ketika menjadi muslim, datang pada saya dan berkata, “Kami sudah menghabiskan seluruh usia kami dengan bermain cricket, katakanlah pada kami jalan pintas menuju surga,” Saya menjawab, “Perbaikilah ahlakmu,” Mereka bilang, NO! itu pekerjaan yang sangat sulit,” Saya jawab, “Well, gimana lagi, inilah jalan pintasnya,”

Kalau kita melihat kemacetan didepan sana, pastinya kita memilih ganti arah kan? bahkan GPS akan menyarankan kita ganti arah. Sementara kalau jalanan lenggang, kita bahkan bisa ngebut. Jalanan kosong kok, kenapa gak memanfaatkannya? ya kan? Jadi saya kasih contoh ini: jalan sholat itu agak macet, jalan puasapun padat banget, jalan haji penuh, umroh juga penuh, jalan ilmu penuh, jalan belajar tak kalah penuh, jalan membaca quran dan hadis penuh juga sementara jalan ahlak kosong, ekstrimnya nyaris tak satu jiwapun yang nampak! Bahkan kalau kita naik mobil tua ngepotpun, jalannya bakal terasa cepat laksana mercedes, karena dia bergerak stabil (gak macet), sangat mempesona berbarengan dengan pertolongan ALLAH. Ini bukan lagi soal kekuatan mesin maupun keahlian supir, melainkan ini semua terjadi karena pertolongan Allah.

Saya bersumpah demi Allah, jika kalian pria dan wanita memperbaiki ahlak kalian, tak ada seorangpun yang mampu mengejarmu!

(Ustad Maulana Tariq Jameel)

33a210da62842cf115377e043b35b96f1b8bdab3f1ee8a01b46521012d9f6b42830b67fd27d029cb5e38e3978a6a92382ba4318f27b807031af83460eaab26aedce28cf31ff0849da55a9d3c6ef69423cc569e2b88ab4d3a4c97a7dfd9b6d857be2bb4bfb567feb93dc3852db7bbd544f2cb34e23ce8ea0e0289a8c987174f4946c42a4057c6c1b697eeb7c9135f4fb9

Advertisements