Teman-teman saya, satu persatu “berontokan” kalah pada peperangan mereka sendiri. Saya bukan sok suci, tapi rata2 yang tak kuat tali pegangannya, semua jatuh terhempas. Yang saya ingin tahu adalah seseorang ini….. (curiousity on). Dia tak beragama sama dengan saya, tapi dia religius. Saya sungguh ingin tau apa yang dilakukan Allah padanya. Saya menunggu ….

Saya sendiri tak lepas dari masalah, tapi sekuat mungkin saya akan berpegangan pada tali harapan milikNYA. Bergelantungan dan kadang2 nyaris jatuh. Tapi sering kali pula, taliNya melilit tubuh saya sekencang itu, sehingga saya tak jatuh lagi meski angin ikut bertiup mengguncangkan posisi saya. Alhamdulillah. Semoga ujian terbesar telah berlalu tahun ini .. 😦

Manusia itu ternyata beragam model masalahnya, beragam model imannya, beragam pula model ahlaknya, sungguh saya memilih lepas tangan kalau disuruh menghandle manusia, rumit sekali memang. Gak semudah teori. Kita sendiri gak semudah itu dirubah kalau tanpa campur tanganNYA.  Kekaguman saya padaNya menjadi berbuncah justru setelah tahu uniknya manusia2 yang lari pada saya dan menceritakan “siapa diri mereka” dan siapa diri orang2 yang bermasalah dengan mereka. Plus saya juga punya fakta aktual tentang siapa diri saya, dan orang2 yang bermasalah dengan saya.

Sungguh saya sering terhenyak….

Gila ya… manusia ini rumit sekali, dengan segala ragam tingkah, emosi dan pikirannya. Kalau banyak nabi yang berputus asa karena sulitnya meyakinkan orang (termasuk Rasulullah pbuh), apalagi saya?

Kadang2 pada satu titik tertentu saya tak lagi kuasa mengucapkan sepatah dua patah nasehat lagi karena sulitnya membayangkan situasi yang sedang dihadapi kawan. Saya pun sering menemui ibu saya tak mampu lagi berucap karena peliknya situasi saya, padahal beliau biasanya dengan mudahnya menyemburkan petuah petuah dan nasehat2 untuk saya survive pada situasi tertentu, tapi ada kala kala beliau tak tau harus menasehati apa lagi. Begitupun saya ketika dihadapkan pada situasi orang lain. Saya seperti melihat papan catur yang mana rajanya sudah di skak mati; langkahnya terkunci dimana mana. The only help cuma perlu keajaiban, sebuah pertolongan dari Yang Maha Kuasa.

Diluar itu saya juga menemukan fenomena samar… ntah ini benar atau tidak… saya belum yakin 100%, karena hanya Allah yang tahu isi hati manusia, bahwa rata2 yang imannya dan ibadahnya kuat, tak goyah sekeras apapun badai yang mereka hadapi. Mereka jatuh lalu bangun, jatuh lalu bangun lagi… mereka tegar dan berani menghadapi situasi terburuk karena Allah, tapi yang terburuk itu justru menjadi takut mendekati mereka. Mereka survive dengan segala ujian yang belum berakhir. Sementara kawan2 yang less iman, ibadah juga enggak, cepat sekali hancurnya. Satu-dua kali terpaan badai, langsung berkeping-keping biduknya. Mereka nampak berani…. tapi nyatanya mereka traumatis dengan kondisi itu, limbung dan kehilangan keyakinan.

Dari fenomena itu, saya nemu unsur baru, yaitu teman yang sedang dalam pencarian Tuhan, tapi mengalami terpaan badai pada biduknya. Kawan saya ini pun fenomena nya cukup menarik untuk diikuti karena sama sekali dia bukan orang jahat… orang baik alami yang sederhana saja keinginannya; being human, being ihsan. Saya ingin tahu sejauh mana dia dapat kekuatan, dan sejauh mana Allah memberinya petunjuk. Saya melihat niat baik dihatinya, meski saya gak pasti karena saya bukan Tuhan, tapi saya melihat niat baik itu.

We’ll see the next story nya…… apa yang akan terjadi kemudian pada saya, pada teman saya itu yang sedang dalam pencarian Tuhan , dan pada teman saya yang masih bertahan pada taliNYA? Yang tak punya tali sudah jelas nasibnya … hehehehe meski itu belum tentu the endingnya, tapi setidaknya pada kondisi yang sama, tantangan yang sama, mereka telah jatuh.

997552f6299c7031382ff10c11409495c815017492479216bea2a838a3cef767f4ba4d41a6da7a09d36f8529610a8be3a366b188abd9ed4a2040774c07db6e69

Advertisements