Saya minum obat alergi dan seperti biasa, ngantuknya gak nahanin banget, emang sengaja ditidurkan mungkin karena sarafnya ditidurkan, jadi semua saraf kena, mungkin. Jam 12 teng udah tepar, sholatpun jadi molor.

Mimpinya aneh..

Saya seperti ditunjukkan bagaimana perangkap setan itu bekerja dalam satu kondisi tertentu…

Di awal cerita, saya bersama keluarga. Kemudian ada masalah kecil yang harus diselesaikan, tapi tak terselesaikan. Disitu setan dalam bentuk “orang yang ingin membantu” menawarkan jasa. Saya tak mengenalnya tapi kebaikannya meluruhkan. Saya mengikutinya dan dibawa ke tempat yang aneh.

Ditempat itu semua nampak asik, apa yang kita mau kita bisa ambil. Nampaknya saya betah disana dan melupakan masalah keluarga. Ada orang2 asing yang menyenangkan juga disana yang saya pikir kemudian, mungkin sesama setan saja itu, atau sesama manusia yang sedang masuk dalam perangkap setan. Mereka2 ini kemudian mengajak saya kemana mana. Ada tempat2 yang saya kunjungi, tempat2 yang aneh sebetulnya, aneh sekali, tapi since saya lupa apa tujuan saya sebetulnya? saya merasa enjoy saja berada ditempat aneh itu, tak sadar? mungkin. Lupa pada masalah ternyata memang efeknya memabukkan…

Lama berluntang-lantung di alam aneh, kemudian saya diajak masuk disebuah gedung, ada seorang lelaki yang biasa saya panggil ‘pakne’ disitu. Setau saya dia ini suka saya dengar nasehatnya meskipun orangnya menurut saya agak nyentrik. Gak lurus, gak bengkok juga. Dia sedang membaca buku, seperti sedang menunggu anaknya. Merasa mendapat teman di gedung asing itu, saya duduk agak jauh darinya dan berdiam diri. Menunggu ntah apa yang saya tunggu, sambil melihat lihat situasi gedung. Beberapa orang nampak mondar mandir…

Pakne sesekali menurunkan bukunya melihat pada saya. Saya percaya pada pakne ini, dan selama dia ada disitu, buat saya kondisi akan aman aman saja. Saya tak mengenal pakne.. tapi sering ngobrol saja, dari obrolan pakne nampak baik, jadi saya merasa aman saja ada dia disitu.

Makin lama, perasaan saya tapi makin gak enak. Sepertinya akan ada sesuatu yang terjadi di gedung ini entah apa. Disebelah kanan saya ada semacam jendela raksasa berukiran patung setan menyeramkan, dari tadi nampak biasa, tapi kemudian aada lampu2 yang dinyalakan satu persatu sehingga wajah2 setan yang terukir disitu nampak jelas. Saya mulai  galau merasa bahwa saya sedang berada di tempat yang salah. Pakne nampak cuek saja baca buku.

Lampu2 yang dinyalakan semakin banyak, intuisi saya bilang saya harus keluar dari gedung itu secepatnya, maka saya bergegas berdiri dan berjalan cepat mencari pintu keluar, setengah berlari dengan dada berdegup kencang. Pakne tak ambil peduli saya pergi, dia terus membaca.

Ketika saya berlari menuju gerbang keluar, sirene berbunyi, saya merasa dikejar setan2 karena korban mereka melarikan diri. Pintu gerbang bergerak menutup otomatis ketika saya berada tepat didepannya, ntah mengapa saya bisa menyelipkan badan dicelah pintu yang nyaris tertutup rapat, saya mendengar raungan setan yang marah dan tembakan anak panah yang diarahkan pada kepala dan tubuh saya, saya terus berlari….

Beberapa puluh anak panah yang rasanya menamcap di belakang kepala saya, saya tarik semua tanpa sakit sedikitpun, juga yang mengenai tubuh saya, semua saya tarik satu persatu. Tidak sakit meskipun wujudnya adalah panah api…

Saya berhasil keluar dari gedung perangkap setan itu… tapi saya masih berputar-putar di sebuah kampung asing yang orang2nya tak pedulian. Saya belum menemukan jalan pulang meski saya telah selamat….

Saya masih berputar putar….

080b758f935c5cb47e6ea1295562f3f6

Advertisements