“Jadi mbak, quran yang dipakai di Indonesia itu secara struktur adalah salah! Pantes saja alam semesta ini menjadi kacau balau, wong penyusunan qurannya saja salah”. Saya melotot, terkejut. Sejak kapan ada quran yang salah? bukankah DIA telah berjanji bahwa kebenaran quran akan selalu dijagaNYA? by HIMSELF???

“Siapa yang bilang salah? apakah ulama2 Indonesia sebegitu tololnya sehingga membuat quran yang salah? dan tak ada yang mengkoreksinya setelah berpuluh puluh tahun? Apa sebegitu hinanya islam di Indonesia sehingga kita diberi quran yang salah oleh ulamanya?” Balas saya dan melanjut, “Setau saya, ulama2 kita bukan orang2 bodoh. Dari sekian banyak mushaf quran, pastilah yang dipilih adalah yang terbaik dan tidak sembarangan. Kalau mushaf standar Indonesia kemudian muncul agak berbeda, pastinya setelah dipertimbangkan dan dibicarakan oleh semua ulama yang kompeten di bidang ini. Bukan sembarangan, dan mereka bukan orang2 bego”. Saya bicara dengan perasaan masgul membayangkan ada orang sekeji itu membiarkan rakyat negeri ini memegang quran yang katanya “salah”

“Bisa saja karena ada faktor kepentingan mbak, kita gak tau apa. Tapi yang benar itu adalah quran dengan mushaf ustmani, seperti quran kami ini. Struktur asli quran ini jauh berbeda dengan quran yang strukturnya dengan standar Indonesia”

“Tau berbeda darimana?”

“Ustmani ini ciri2nya ada. Dan ciri2 itu ternyata merupakan rahasia simbolik mukzizat quran lainnya yang baru ditemukan guru kami tahun 85, sedangkan quran standar Indonesia itu susunannya ngawur sekali, jadi bagaimana quran itu bisa memancarkan kekuatannya kalau susunannya di amburadulkan begitu”

Saya menyeringai sinis (mungkin, dimatanya) karena isi hati saya bunyinya : “HUH sok tau kamu”. Setau saya Indonesia itu juga memakai mushaf Ustmani, cuma memang agak diperjelas disana sini supaya orang mudah membacanya, diimbuhi banyak keterangan dll, semata-mata supaya kita mudah membacanya, tentang makna dan isinya jelas tak mengalami perubahan sama sekali. Ini adalah keputusan seluruh ulama ahli quran Indonesia yang membahas soal ini khusus selama 7 tahun! Jadi ini juga bukan keputusan sembarangan.

Jadi saya tak mau perpanjang soal struktur quran yang menurutnya berbeda padahal isinya tetap sama, sudahlah toh sama sama Ustmani. Tapi yang menarik itu adalah omongan tentang gurunya yang tahun 85 menemukan simbolik mukzizat quran dari sistem numeriknya.

“Gurunya tahun 85 menemukan apa? dimana?”

“Susunan quran ustmani yang benar itu baik dari halaman surat, judul, nomor surat dan ayat, ternyata mengandung makna lain mbak, membentuk makna lain. (dia menjelaskan sesuatu tapi saya lupa), ilmu numerik ini di dapat guru saya langsung dari Allah (HUUUH?), semacam wangsit gitu mbak. Dan kemudian oleh guru saya ini dipelajari simbol2 angka dalam quran itu, ternyata memang terbukti mbak ”

“Terbukti apa?”

“Jadi tiap juz itu mewakili karakter seseorang, penyakitnya, masalahnya dan cara penyembuhannya. Itu semua ada di quran susunan ustmani, hanya berlaku untuk quran susunan ala ustmani”

“Wowww, hebat ya, padahal rasulullah saja dulu kalau mau menyembuhkan diri beliau dari sakit, beliau berdoa atau membaca doa pada sebuah gelas berisi air putih lalu diminum. Kadang juga bekam, kadang yang ruqyah. Kalau ini membaca juz2 tertentu ya?” Dalam hati saya , “hemmm jangan2 ini bidah, the innovation! sebuah temuan cara ibadah yang tak pernah diajarkan rasulullah”

“Iya mbak, kalau ada masalah baca quran ini sesuai juznya (gurunya itu katanya bisa menentukan juz seseorang hanya dari nama dan tanggal lahirnya saja), kalau membaca quran tak boleh sampai putus, tak boleh bersuara juga, dan kulit jari telunjuk harus bersentuhan langsung dengan huruf2nya, kalau semua persyaratan dilanggar maka akibatnya blunder”

Sebetulnya duluuu, saya pernah coba mengikuti cara ini (saya pengen tau saja). Saya coba ngaji pakai quran yang katanya asli ustmani itu, lalu saya baca tak putus, telunjuk saya sentuhan dengan kertas quran. Tiba2 saya mengantuk sehingga bacaan saya jalan ditempat bahkan muter2 di tempat. Terjadilah blunder lalu punggung saya tetiba nyelekit sakit bukan main seperti ada angin yang terperangkap disela sela tulang punggung. Sakit bukan main sehingga saya berhenti. Begitu saya berhenti, sakit itu hilang. Aneh. Ada apa dengan ini semua?

Lalu sementara saya membiarkan ingatan saya menerawang pada kejadian punggung sakit itu, dia ngoceh dengan semangatnya betapa hebat ilmu numerik gurunya itu. Ilmu cucoklogi tepatnya (menurut saya), betapa ilmu itu telah membantunya menghilangkan sakit2 pada badannya, menemukan barang yang hilang, dll.

Sesungguhnya kalau saya perhatikan, dengan menguasai ilmu yang katanya hebat itu dan quran yang spesial itu, masalah2nya tak hilang, saya lihat dia tetap ambruk sakit, dia tetap punya masalah kehidupan, dia tetap kecurian dan barangnya tak kembali, dll dll, dia tetap sama dengan saya, tetap bermasalah. Ilmu yang katanya hebat itu sama sekali tak membuatnya jadi istimewa.

Menurut saya, quran itu diciptakan untuk dimengerti maknanya sebagai panduan kita menghadapi kehidupan ini. Isinya sendiri adalah surat lisan suci dari Sang Maha Pencipta, kata2 yang diucapkan Sang Maha Suci, sehingga meskipun terekam dikepala dan hati sahabat2 rasulullah, ketika dikumpulkan dan didokumentasikan sedikit demi sedekit, kebenaran itu luar biasa terjaga dan tak berubah satu titikpun, membentuk satu kesatuan kitab suci yang luar biasa isi dan maknanya bagi seluruh aspek kehidupan dan alam semesta raya ini.

Tak ada usaha sejahat apapun yang bisa merubah kekuatan quran! bahkan quran yang kata dia salah penyusunannya inipun (menurutnya lo)  efeknya bisa sekuat quran yang dia sebut sebagai yang terbenar, kenapa?? pertama adalah isinya toh sama, maknanya toh sama, dan yang terpenting lagi adalah janji Allah bahwa Allah sendirilah yang akan menjaga kebenaran quran dan ke otentikan quran itu!! That is why yang namanya quran dari awal diturunkan sampai akhir jaman, susunannya sama! kata2nya otentik sama diseluruh dunia, dan tak ada yang namanya quran versi versi seperti halnya bibel. Bahkan jikalaupun seluruh hafiz di seluruh dunia dikumpulkan dan mereka diminta sama2 menghafal quran dari awal sampai penutup, mereka akan melafazkan kata2 yang persisssss sama!!!

Yang membuat saya bertanya-tanya dan ragu adalah justru, soal mendapat wangsit langsung dari Allah? tentang ilmu numerik quran??? Allah tak menyampaikannya pada Rasulullah??? wangsit itupun turunnya tahun 1985??? sementara rasulullah hidup seribu sekian ratus tahun lalu??? kemudia akibat ilmu itu maka quran yang sudah di standarkan secara resmi oleh para alim ulama dan didiskusikan selama 7 tahun itu tiba2 dia vonis salah? dan tak punya kekuatan apapun? kalimat2 suci itu tak punya kekuatan apapun?? Hey!! hebat sekali gurumu itu????

Saya hampir yakin bahwa ini adalah ilmu bidah, dan semakin yakin ini sesat karena jaran ini kemudian menuding quran yang tak sama dengan cara mereka membacanya adalah salah!! Entah apa lagi yang mereka pelajari dari ilmu aneh ini yang memunculkan banyak quote2 aneh… yang jelas seumur hidup membaca quran, baru kali ini saya terkena serangan di punggung, apa karena ajarannya berbeda misi? sesat? walahuallam.

 

 

 

 

 

 

Advertisements