Cerita memang tak selamanya harus indah gals, kadang2 indahpun membosankan. Ada terang itu karena kita tau gelap, ada panas itu karena kita tau rasanya dingin, semua dibuat seperti itu untuk kita bisa seimbang menjalani hidup. Tuhan bahkan menciptakan malam untuk mengimbangi siang… ya seperti itu.

Rasa tak nyaman itu pasti ada kesalahan setting, Tuhan nampaknya telah mengatur segala keseimbangan dalam hidup ini supaya manusia bisa damai, bersukur dan bersabar. Tetapi jika terjadi ketidakseimbangan, kedamaian itu hilang.

Boleh marah, kata siapa tak boleh? tapi harus seimbang dengan menahan amarah, kalau cuma kita tahan saja gals, kita yang gila, tapi kalau kita lepas semuapun kita juga tetap jadi gila. Boleh juga keras kepala, tapi melembutkan kepala juga harus. Begitulah harusnya hidup itu kita jalani gals, tak bisa hanya berat sebelah. Oksigen yang masuk ke otak, kalau tak seimbang saja volumenya bisa bikin kita migren.

Kita musti sadar pada setiap gejolak emosi atau keadaan. Settingan kita itu ada di hati, lalu di kepala kita, setingan soal menyeimbangkan semua pemikiran sebelum mengambil tindakan, karena setiap tindakan itu akan mempengaruhi jiwa kita sendiri. Maka terlalu mengalah itu bodoh, terlalu egois itu juga bodoh, terlalu memanjakan itu super bodoh, tapi terlalu membiarkan itu juga super bodoh.

Memang kalau kita berjalan sendiri melakukan semuanya, kita kesulitan gals. Kita ini mahluk lemah yang pintar pintar bodoh, kadang kalah oleh bisikan ego sendiri, kadang kalah oleh bisikan setan. Ini masih soal kemampuan mengambil tindakan seimbang dan pemikiran seimbang. Maka itu, jangan heran mengapa perintah sholat itu menjadi begitu pentingnya bagi kehidupan kita, saking pentingnya sampai harus menjadikannya sebagai hal yang pertama sekali akan kita pertanggungjawabkan di hadapanNya. Tuhan sampai harus “mengancam” seperti itu. Kenapa? karena DIA Sang Maha Penyeimbang. Pada siapa kita minta tolong kalau bukan pada Sang Maha?

Sebegitu pentingnya hubungan kita dengan Sang Pencipta untuk keselamatan dan kenyamanan kita sendiri sampai Tuhan harus membuat ancaman sekeras itu (tentang pentingnya menghubungiNYA sehari lima kali, lebih banyak lebih baik / sunnah). Harusnya gak ada keluh kesah itu, keruwetan hidup itu, kegalauan itu, keresahan itu, apabila kita tau menyeimbangkan segalanya dan untuk tau itulah kita harus rajin bertanya padaNYA.

 

Advertisements