Dibilang gak dapat hidayah cuma karena gak mau ikut pengajian2 gak jelas gitu rasanya pendapat premature sekali. Tapi again, pendapat manusia terhadap kita itu gak penting!!! karena pendapat manusia terhadap manusia itu gak mewakili pendapat Allah terhadap kita.

Begini, kalau merasa mendapat banyak hidayah dengan menghadiri pengajian2 dari satu tempat ke tempat lain, belum tentu orang lain juga harus menjalani hal serupa untuk mendapat hidayah serupa karena jalan hidayahNYA itu sungguh berbeda-beda dari satu orang ke orang yang lainnya, unik!

Pengajian itu kadang juga isinya cuma pamer baju, pamer sedekah, rumpi, ustadnya juga kadang pendidikannya ngepas aja, alih2 mbahas ilmu agama, kadang2 malah mbahas politik yang ujung2nya provokasi, fitnah, ghibah. Ilmu yang didapat dari pengajian kw kw gitu kadang cuma satu persen, itupun yang semua orang sudah tau cuma di sajikan dalam bentuk “dakwah pengajian”, maaf lalu apa hebatnya pengajian???

Tak semua pengajian itu membawa ilmu, tak semua. Tak semua pencari ilmu agama otodidak juga dikatakan tak diberi hidayah. Siapa yang berani memberi kesimpulan semacam itu sementara Sang Maha Pemberi Ilmu bisa kapan saja kita mintai ilmuNYA, bisa kapan saja membantu kita, bisa kapan saja menuntun kita menunjukkan cara dan arah yang benar? bisa kapan saja mengarahkan kita pada ilmu? bahkan kadang tak perlu tempat tertentu, tak perlu kemana mana, tak perlu sibuk mikir harus pakai baju apa?

Allah itu sedeket urat nadi kita sendiri dengan kita, lalu apakah itu tidak cukup untuk berpikir bahwa Pemilik ilmu itu sendiri sudah begitu dekatnya dengan kita? kita hanya perlu meminta petunjukNYA maka DIA akan memberi ilmuNYA?

Anyway….

“People judge us according to our external state, but Allah judges according to our inner state.”

~ Sh. Yasir Qadhi

02efea7ea9aeb52e9765a4d7afe6e250

Advertisements