Buat saya bertemu kembali dengan sahabat2 lama itu hadiah dari Allah, hadiah luar biasa. Sebuah kesenangan yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya, sungguh Allah paling bisa menyenangkan hambaNya😀.

Gak pernah seumur-umur saya bisa ngakak bolak balik selama seharian, dari pagi sampai subuh, tak memikirkan masalah apapun selain bergembira dengan para sahabat itu, melepas semua beban penat hidup dan kembali ke masa – masa dimana hidup rasanya tak seberat sekarang.

Ketika berkumpul dengan mereka, rasanya muda kembali, SMA kembali dan kami menjadi diri kami sendiri, seremaja itu, seceria itu dan tak mau ingat kalau uban sudah memenuhi kepala, badan sudah kendor dan penyakit sudah bercokolan ditubuh kami. Meskipun penuaan itu jelas tak bisa kami hindari, terbukti dari tak bisa baca kalau tak pakai kacamata, minyak angin yang terus digenggaman, counterpain buat pegel2, dan terutama saya; bawa bawa senter gegara rabun senja hahahahaha. But semua itu cuma membuat kami ngakak tak berkesudahan… penuaan itu kami tertawakan karena tak pernah ada di pikiran kami dulu bahwa semua yang kami pikir cuma milik para nini nini dan aki aki akan jadi milik kami juga.

Diluar semua kesenangan itu, ada sesuatu yang menyelinap di benak saya, tentang, selain hiburan, gerangan ada maksud apakah Allah menjadikan semua ini terjadi ? Untuk kami berempat, apakah yang kami dapat selain kegembiraan? pemikiran itu membuat saya memperhatikan betul setiap kejadian yang terlewati saat itu; semua pemikiran, semua cerita, semua pengalaman, semua masalah, dan semua sikap yang kami ambil masing2.

Dan benar, ada banyak hal yang bisa saya simpan sebagai kenyataan hidup di dunia ini. Kami berempat dengan status kondisi dan situasi yang berbeda-beda, sama-sama memiliki masalah berat dan jalan perjuangan masing2. Kebanyakan dari kami bermasalah dengan uang, tapi ada juga yang bermasalah dengan kekuasaan, ada yang bermasalah dengan kerakusan duniawi yang sebanyak apapun harta didapat, tak pernah bisa cukup dan menenangkan. Uang bagi kekuasaan dan kerakusan sama sekali tak ada nilainya, godaan satu satunya adalah nafsunya sendiri dan itu luar biasa berat.

Tiba2 saya begitu mencintai Allah karena saya merasa sangat beruntung atas semua ujian yang dipilihkan untuk saya (begitupun saya masih cengeng). Saya bersyukur karena ujian yang dipersembahkan untuk saya bisa membuat saya kembali ke jalanNYA, meskipun ini bukan berarti kesuksesan abadi karena ujian belum berhenti, tapi paling tidak disinilah saya, di jalan yang lurus ini, alhamdulillah.

Jalan yang membuat saya merasa tak memiliki apapun bahkan uang receh di dompet saya. Buat saya sekarang, semua semua yang beredar disekitar saya adalah milikNYA. Kejahatan dan kebaikan, kekurangan, ketakutan dan ketidaksukaan terhadap saya adalah milikNYA untuk memperbaiki diri kotor ini. Anak, suami, atap tempat berlindung, kopi, gula, gelas, listrik yang menyala, internet, dan semua semuanya adalah milikNYA. Saya bertugas memelihara dan memanfaatkan semua sesuai yang DIA kehendaki. Disinilah sekarang saya berdiri dan memandang kehidupan.

Saya tak tahu dimana sahabat2 saya itu berdiri, itu urusan mereka dengan Sang Khalik. Tapi sejauh mereka lebih baik dari hari kemarin, saya percaya mereka dijalan yang lurus juga.

Seolah-olah Allah ingin menunjukkan; ini lo teman temanmu sekarang. Dengarkan cerita mereka, masalah mereka, dan pikirkanlah, apakah kau lebih buruk nasibnya? Dengarkan perjuangan mereka, dan keputusan2 yang mereka ambil, dan perhatikan mereka sekarang dengan keputusan2 itu. Masihkah kau menggerutui hidupmu? Apa yang akan kau lakukan dengan teman2mu ini??? Mereka kelak akan mengujimu juga, dan kau harus bisa melaluinya. Dan nurani saya berbisik; selama kau ingat padaNya, kau tak akan pernah salah mengambil keputusan untuk menjawab ujianmu.

Tapi belum2 sudah gagal mengingatNya, karena kami yang baru tertidur jam 3 dinihari melewatkan sholat subuh. Baru diberi kesenangan sedikit sudah lupa diri!! sungguh keterlaluan!! Yang lebih terlalu lagi adalah saya! karena hp saya satu2nya  yang murahan, tapi yang satu satunya pakai aplikasi adzan! Nah saat adzan subuh bunyi tak ada satupun dari kami yang bangun bergegas menghadapNYa. Saya masih ngeset alarm kedua, 30 menit kemudian,  untuk membangunkan saya sholat subuh, itupun terlewati!!!!! Bahkan video call dari suami yang bunyi 30 menit kemudianpun terlewat.Tak lama saya kena timpukan bantal deh dari kawan2 karena hp saya paling recok ampun ampunan hahahahaha. Otomatis hari itu kami tidur cuma dua jaman plus gangguan hp bawel saya. Ya Allah ampunilah kami…. kesenangan hadiahMU membuat kami lupa berterimakasih😦