Hidup itu isinya hanya pilihan-pilihan. Bagaimanapun kita manusia diberi free will, kebebasan memilih. Setiap pilihan yang dijadikan keputusan, ada resiko masing2, kita tinggal memilih resiko mana yang lebih ringan dan lebih sanggup kita tanggung? Karena kadangkala, lepas dari satu masalah tak berarti akhir suatu masalah, tapi justru awal dari masalah baru. Kehati-hatian itu perlu, dan restu dari orang2 yang kompeten memberi kita restu itu kewajiban. Terutama dan yang paling penting adalah restuNYA.

Benar bahwa DIA yang memberi semua cerita, tapi yang dilihat bukan kita yang diberi dan sudah direncanakan diberi, tapi bagaimana kita merespon pemberian itu? kalau kita memilih gaya sok tau, pastilah kejebur jurang, aturannya begitu. Sebaliknya kalau kita rajin bertanya arah padaNYA, pastilah kita aman dan selamat dalam menjalani pemberianNYA.

Saya sedang diimingi sesuatu yang saya inginkan dan butuhkan saat ini. Tapi, kali ini, alih alih berhayal, saya justru ngeri takut salah membuat keputusan. Tak ada yang tahu seperti apa masa depan kita jika salah mengambil keputusan karena SOK TAHU. Karenanya setiap kali saya terimingi, setiap kali pula saya mengingatNYA. Sungguh saya tak ingin duniawi berhasil kembali menipu saya. Cukuplah yang kemarin2 itu saja. Sungguh saya ingin lepas dari semua urusan yang sesungguhnya bukan esensi hidup itu. Saya hanya ingin keduniawian untuk urusan akhirat.

Dari semua harapan dan keinginan dan mimpi2 saya kedepan, saya berdoa sekerasnya supaya Allah menempatkan saya selalu pada posisi yang bagus; bagus untuk keluarga, bagus untuk orang lain, dan tidak malah menimbulkan mudhorat, fitnah, kejahatan nafsu, dan semacamnya.

Kalaupun saya harus mendapatkan kesempatan itu, saya berdoa sekerasnya supaya membawa kebaikan dunia akhirat saya dan keluarga, menjauhkan dari masalah lama dan tidak menimbulkan masalah yang lebih besar lagi. Semoga. Bagaimanapun hanyalah kepada DIA saya menggantungkan semua harapan dan kepastian masa depan. Hanya pada DIA.