Bukannya mensugesti diri bahwa akan ada banyak ujian, bukan. Bukan pula berpikiran buruk bahwa akan diuji, bukan. Tapi memang mungkin sudah jalannya harus mengalami semua.

Tiba2 saja ketika harus vaksin, saya dan si kembar tumbang bertiga :typus! Yaaaa Allah…. gerangan apa ini? demam, mual pusing gak karuan, tak ada pula yang merawat karena perawatnya ikutan ambruk. Tapi luar biasa juga karena ditengah-tengah kekacauan itu selalu ada jalan keluar. Ntahlah, Allah mengirim dana lalu menginspirasi sesuatu dikepala yang tak bisa diajak mikir ini, sehingga dalam kondisi tak berdaya sekalipun saya tetap bisa koordinasi urusan makan sekeluarga di rumah, tanpa harus merepotkan orang lain. Keadaan bisa tetap terkendali dalam ketidakberdayaan yang sangat sangat parah. TanganNYA mengulur sebutuhnya saya…alhamdulillah.

Saya mencoba menghibur hibur diri, bahwa mungkin ini bagian dari peleburan dosa, pembersihan awal sebelum melakukan perjalanan suci. Bukankah lebih baik demam itu ditarik disini daripada disana? Sujudlah saya tanda syukur tiada tara meski sakit ini belum enyah sepenuhnya, sungguh saya iklas akan siksaan sakit ini.

Pikiran saya banyak sekali, tak bisa diurai; tentang ini tentang itu… tak ada henti2nya berkunjung di kepala, di benak, di hati. Saya selalu mencoba meletakkan semua di mejaNYA, memasrahkan semua kepadaNYA, dan berharap saya cuma mau fokus pada tujuan utama, tak ingin memikirkan yang lain… minta dicukupkan, dan difasilitasi olehNYA saja. I leave it on HIM.

 

Advertisements