Tanggal 13 Feb, saya , Ama, Ita berangkat ke Jakarta, dan Zuzo sudah menunggu di hotel dekat bandara karena kami berempat memang berencana istirahat dulu di Orchad situ semalam sebelum besok take off, saya dan Ama menuju Mekkah, Ita dan Zuzo menuju Kuala Lumpur untuk urusan bisnis. Kami sama-sama berangkat dari terminal 2D.

Alhamdulillah selama perjalanan menuju Cinta ini saya tak sendiri. Ada sahabat2 yang selalu menghibur, saling mengingatkan dan saling support sepanjang perjalanan. Plus selalu ada kesempatan untuk beristirahat juga berkali-kali sehingga perjalanan panjang pertama saya ini tak begitu meletihkan.

Jam 3 pagi kami berempat naik ke shuttle bus hotel menuju bandara yang jaraknya sekitar 2KM kurang. Disitulah saya bertemu anggota tour umroh lainnya yang sudah berkumpul lengkap dengan atribut umroh, kami semua berjumlah 40 orang. Seorang leadernya dipanggil Habib, berperawakan agak kearaban dan minta jamaah mendoakan Pak Ahok supaya ‘pae’ di Mekkah sana. Gemblung juga ya hahahaha, dia gak tau kalau ada pendukung Ahok diantara jamaahnya. Ehem. Tapi kali ini saya sabar…. senyum kecut sambil melirik Zuzo yang menahan geli melihat ekspresi saya.

17015646_10208309718887146_1754907163431085121_o

16903285_10208309710566938_8495419025517690102_o

Setelah solat subuh yang ngantri di bandara, kami cek in. Kemudian setelah urusan bagasi dan kabin selesai, saya berpisah dengan Zuzo dan ita. Kami, saya dan Ama ngumpul dengan anggota umroh lain sarapan pagi sebelum take off dengan pesawat Qatar jam 8 pagi.

Semua berjalan sesuai dengan jadwal, tak ada molor2an. Jam 8 itu saya sudah duduk di dalam pesawat (3 seat) bersebelahan dengan Ama dan seorang ibu agak tua. Sungguh aneh, saya yang phobia pesawat, saat itu super tenang. Padahal sebelumnya saya bayangkan saya akan berkeringat dingin dan wajib minum pil tidur sepanjang perjalanan yang 10 jam itu supaya tak tersiksa. Mungkin saya tak phobia pesawat ya? karena dari kecil sudah terbiasa naik pesawat, mungkin cuma gegara ditakuti ibu saya saja ketika dia tak setuju saya mendaftar jadi pramugari di maskapai penerbangan Garuda, saya mendeklarasikan tak mau naik pesawat! fyiuuuh what a mom!!!

Begitulah lalu pesawat Qatar ukuran airbus itupun take off dengan lembutnya. Pesawat terbaik nomor dua di dunia ini ditakdirkan membawa saya ke rumahNYA dengan pelayanan yang super memuaskan dan suguhan2 lezat. Yang saya pikir, saya akan meringkuk ketakutan di kursi pesawat sama sekali tak terjadi, saya bahkan membantu ibu tua yang duduk disebelah saya menggunakan toilet pesawat. Seperti pramugari yang memberi petunjuk cara menggunakan pelampung hahahaha.. oh well btw cara manual memakai pelampung itu tak ada lagi, semua dijelaskan lewat layar video dibangku masing2 penumpang. Btw lagi, miqat , niat Umroh kami lakukan diatas pesawat.

Kami sampai di Mekkah sekitar jam 9 malam, lalu menuju Hotel untuk makan malam dan meletakkan barang2. Jam 11 kami sudah di Masjidil Haram untuk melakukan umroh.

dan…..

OMG! pertama sekali saya menatap ka bah air mata langsung merembes tak terbendung. Sebetulnya sejak niat ihram, dan terus terusan mengatakan kalimat talbiyah : Labaik Allahumma Labaaik, labaaik Laa Syarika Laka Labaaik Inal Hamda Wan Ni’mata Laka Wal Mulka La Syarikalah….( Aku memenuhi panggilanMu ya Allah aku memenuhi panggilanMu. Aku memenuhi panggilanMu tiada sekutu bagiMu aku memenuhi panggilanMu. Sesungguhnya pujian dan ni’mat adalah milikMu begitu juga kerajaan tiada sekutu bagiMu), saya sudah mellow habis-habisan. Ketika pesawat mau landing di tanah Arab, dan saya melihat daratannya, air mata sudah mengambang dengan keharuan yang dalam. Jadi ketika mata saya menatap Ka’bah yang menjulang dengan kebesaran namanya, tak heran air mata berhamburan keluar terdorong rasa yang membuncah-buncah bergejolak.

Who am I? wanita pendosa dengan segunung kesalahan dan kealpaan yang disengaja maupun tidak, diundang datang di tanah suciNYA dan dipersihlahkan masuk ke rumah suciNYA, dibiarkan menatap keagungan monumen kebesaran agamaNYA  dengan sangat dekat..sangat intim, sangat ramah dan sangat penuh cinta untuk kemudian dipersilahkan memunajatkan doa-doa permintaan sepuasnya!! Alhamdulillah Ya Rabb, The Almighty… Ar Rahman Ar Raheem …. Allahu Akbar!

Perasaan saya lalu terbagi dua antara keinginan beromantis ria lewat rasa dengan kabah, dan keharusan fokus pada aba-aba leader yang memulai ritual umroh pertama yaitu tawaf. Sesekali saya mengikuti doa-doa yang diteriakkan mutowif, tapi sesekali saya cuma sibuk memuji-muji namaNYA dengan sedalam dalamnya rasa syukur, dan bersalawat sambil mengagumi ka’bah yang selama ini cuma saya lihat di sajadah.

17038979_10208317169393404_2161525136915681107_o

Selesai tawaf kami solat dua rakaah dibelakang makam Nabi Ibrahim, lalu minum zamzam dan melanjutkan dengan Sa’i. Ritual ini saya resapi dalam2 betapa Bunda Siti Hajar bersabar, berjuang, berdoa untuk mendapatkan air demi bayi Ismail. Selesai Sa’i kami bertahalul lalu selesailah umroh kami. Sah. Kami memilih tak kembali ke hotel melainkan menunggu subuh di masjidil haram karena waktu telah menunjukkan pukul 3 dini hari. Subuh menjelang pukul 5.40 pagi.

Ada kejadian annoy sepanjang menunggu subuh. Saya kebelet pee ke toilet, tapi berhubung newbee, tak berani cari sendiri, takut nyasar tak bisa pulang digondol arab badui. Tidak tawakal pada kuasa Allah, bahwa ini adalah rumahNya dan saya dalam jaminanNYA bener2 menyiksa saya hiks. Temen yang bisa anter ke toilet tertidur kecapekan jadi saya tak tega membangunkan. Sama mutowifpun terpisah karena dia lelaki tempatnya berbeda dengan saya. Benar2 siksa dunia menahan pee itu. Hufffttt.

Ketika adzan subuh tiba saya luar biasa happy karena teman saya itu bangun dan berjanji menemani ke toilet. Ya Allah jadi gak kusuk solat subuh karena ngempetnya ngempet bangeeetttt. Mana udara dingin bikin tambah pengennnn. Huuffttt hufffttt.

Alhamdulillah lalu kami berempat (kebetulan teman sekamar saya juga) berenteng-renteng ke toilet. Ada teman se-grup dari papua yang ternyata ikut kebelet dan menunggu momen akbar mencari toilet ini , sama seperti saya hihihihihi. Kami the masjidil haram newbee akhirnya menemukan toilet dambaan hati sejak beberapa jam lalu!!! fyiuuh! Alhamdulillah. Tapi saya akui kemampuan GPS temen sekamar saya yang datang dari Bali itu memang ruar biasa akurat!!! Selanjutnya dia memang menjadi pemandu jalan untuk saya dan Ama. Namanya Dini 31 tahun, dan Kiki 27 tahun (kakak dan adik ipar).Again… My companies are also my blessing too. Alhamdulillah.

17038783_10208309672805994_1254053045527455948_o

Advertisements