Kali ini kami melakukan umroh sunnah. Umroh yang bisa kita lakukan atas nama diri sendiri, atau melakukannya untuk orang lain yang sudah meninggal, atau tak mampu melakukan umroh. Saya memilih niatkan umroh untuk bapak saya. My old man. Orang yang selalu mensupport saya dalam kondisi apapun! Kalau saja ibu saya belum naik haji, mungkin saya mendahulukan ibu, tapi ibu sudah berhaji, sudah menghajikan bapaknya, dan pastinya sudah umrohkan ibunya juga. Pilihan saya pastikan untuk bapak.

Maka setelah di miqat, niat dan ihram, kami sekali lagi melakukan ritual umroh. Ntah kenapa kali ini saya semangat sekali, seperti tentara hehehehe. Umrohpun berjalan lancar, dan tenang dan sukses meski saya tak tau kadar kesempurnaannya. Alhamdulillah.

Btw saya terpisah pulak dari rombongan! tapi ajaib, saya bisa memakai gps di kepala saya sendiri sekarang, sedihnya mengapa justru ketika sudah dekat saat meninggalkan Mekkah? hiks.

Nah saat terpisah, saya bertemu jamaah grup lain asal Bandung. Kami sholat bersama bersisian lalu sedikit mengobrol ” Orang yg diundang ke masjidil haram itu orang2 pilihan bu” katanya pelan. Lalu menyambung lagi, ” Orang bermasalah yang terpilih, orang berdosa yang terpilih. Semua memang sudah dipanggil olehNya, tetapi Dia juga memilih dari yang dipanggil itu. Kita harus bersukur bu diberi kesempatan untuk meminta padaNya atas masalah kita dan mengurangi dosa kita. Semoga setelah umroh kita mendapat jalan keluar dan bertahan untuk tidak menambah dosa lagi ya bu” katanya mengakhiri dengan senyum. Saya membalas senyumnya “Aamiin” ucap saya lalu melanjut ” Nanti kita pulang bareng ya”. Dia mengangguk. Tapi, ternyata kami tak barengan. Selesai saya memakai sandal, wanita berwajah sedih dan muram itu telah menghilang.

Pulang sendiri ke Hotel, saya beeristirahat sejenak sambil ngobrol dengan Dini di kamar. Menunggu magrib. Ama muncul tergopoh karena belum ashar dan segera ambil wudhu lalu sholat diatas sajadah yang sudah digelar Kiki sejak hari pertama di Mekkah. Tetiba Dini bicara pada saya; “Mbak, itu bukannya arah kiblat? ” saya melihat panah diarah jam setengah satu. “Oh iya benerrr”. Lalu saya berpandangan dengan Dini melihat Ama yang sholat ke arah jam 9 !!!!. Ya Allah!!! what an epic fail!!!!  Tawa kami berderai keras membuat Ama menghentikan sholatnya. “Kita salah kiblat?” tanyanya bingung. “Kita salah kiblat di Mekah!!! dan baru tau di malam terakhir!!! epic fail bangeeeeet!!” kata Dini sambil terbahak-bahak.
Saya cerita dong, si Kiki lah yang menentukan kiblat dengan menggunakan HP nya. Dia juga yang menggelar sajadah di arah jam 9 hahahahah, dan bocah itu belum muncul ketika kesalahan kiblat ini kami temukan.

Begitu dia muncul dengan senyum manisnya, kami melemparinya dengan bantal. “Eeehh eeehhh, apa salahku? salahku apaaa?” teriaknya sambil berlari kesana kemari melindungi diri dengan tangannya. “Neeeng, siapa yang naruh sajadah dengan posisi jam 9?”. “Aku kakak” katanya. “Kenapa bisa yakin itu arahnya?”. Dia mengangkat HP yang tak pernah lepas dari tangannya diluar sholat “ini”. “Kiki, coba liat arah panah disitu” Dini menunjuk ke satu arah. Kiki menoleh kesana dan kembali menatap kami dengan senyum2 penuh rasa malu. Hahahahahaha…

Oh Allah, betapa memalukan 4 wanita kompak ini karena sama sama kompak juga melakukan kesalahan. Bagaimana mungkin cuma berjarak sekitar 2.5 KM dengan ka’bah yang menjadi kiblat dunia, kami bisa salah kiblat???? Tidak itu saja, ketika sudah niat umroh dan dalam kondisi ihrampun kami pernah sama2 lupa; masuk ke kamar berempat berenteng-renteng, lalu membuka jilbab bareng2 karena gerah! hahahahaha. Kalau dalam kondisi tak ihram, it is halal saja, tapi kalau sedang ihram, it is haraaam hajjah!! harrrrammm!! Untunglah Kiki ingat kalau kami sedang dalam kondisi ihram, sehingga tak lama setelah diingatkan kami kocar kacir mencari jilbab masing2 yang kepalang sudah dilempar sembarangan, untuk dipakai kembali. Pppffft.

Tidak kejadian itu saja yang bikin suasana heboh. Ntah ide dari siapa, kami berempat , bahkan kami satu grup, semacam punya kesukaan melakukan candid cam. Jadi banyak sekali foto2 mangap yang viral dari hp ke hp yang akhirnya membuat kami memasang masker dan kacamata hitam sebelum tidur. Karena tidur kami ternyata sama sekali bukan tidur cantik, entah itu saat di kasur atau di mesjid, atau di bis ketika tour keluar kota. Hahay.

pic: Habibnya juga kena kejailan jamaah hihi

16991627_10208324386413825_7970710894146103769_o

Advertisements