Akhirnya tiba juga saat hari-hari terakhir di Madinah tercinta hiks. Disaat-saat menunggu sholat, kami berjalan-jalan disekitar Mesjid Nabawi. Ternyata ya, justru di Nabawi banyak sekali toko yang menjual oleh-oleh dengan harga murah. Tak saja toko tapi di Gate 15 ada pasar yang buka sepanjang hari dengan banrolan dagangan yang jauh lebih murah dibandingkan Mekkah, Jeddah atau Doha.Di Gate 23 pun harga-harga banrolannya termasuk sangat murah. Ada beberapa spot pertokoan yang harganya asik banget dipakai untuk “lempar riyal”

Misal nih, baju gamis wanita di Mekkah 60 riyal, di Nabawi 40 riyal, coklat 20 riyal sekilo di jeddah, Nabawi 15 riyal, mainan kunci onta yang keemasan di Jeddah 30 riyal dapet 3, di Nabawi 15 riyal 2 dan lain lainlah, pokoknya jauuuh lebih murah ternyata.

Untung saya tak banyak lempar riyal di Mekkah, jadi lumayan bisa menjelajahi pasar Nabawi dengan bahagia.Hihihi

Belakangan saya cek di Indonesia, ternyata harga coklat langsung beli di Madinah jauh lebih murah daripada beli di Indonesia. Disini sekilo bisa dibanrol 150K-250K (itupun cuma satu jenis coklat) sementara di Nabawi cuma 15 riyal sekilo yaitu hanya sekitar 60K kurang plus kita bisa meraup coklat mana saja yang jenisnya bisa 15 macam! . Begitu juga coklat kerikilnya, disana 35-70 riyal sekilo (dikali aja Rp 3.700), sementara disini bisa 200K-350K/kg. Alhamdulillah kemaren saya memang borong coklat sampai 4 kg. Kurma sudah terlalu mainstream. Hehehehe. Besides, I love coklat!!!

Nah kalau mainan kunci onta ontaan yang made in china, murah di Indonesia. Sajadah travel juga murah disini. Kalau Korma saya kurang survei karena selain tak tertarik, saya juga tak begitu suka.

Sebelum umroh, saya memang tak mikir soal lempar riyal ini. Tak ada rencana sama sekali mau beli apa. Buat saya, biar Allah saja yang memutuskan saya akan dipilihkan apa untuk dibawa pulang sebagai kenang2an. Dan ternyata saya membeli yang paling mahal dijual di Indonesia tapi murah dijual di tanah haram hehehehe. Alhamdulillah…tak berlebih…tak juga kurang. 

Begitulah akhirnya dihari terakhir hotel sepi karena kawan se- grup nyebar berbelanja from shop to shop disepanjang gedung2 yang mengelilingi Nabawi. Riyal sama sekali tak tersisa di dompet kami. Lempar semuaaaaaa!!

Jam 8 pagi kami cek out dari hotel. Banyak kawan yang kopernya beranak pinak. Saya? Saya gak nambah koper tapi nambah beratin koper hehehe. Alhamdulillah gak meribet. 

Kami menuju Doha yang memakan waktu 5-6 jam, terbang ke Jeddah lalu Jakarta dengan Qatar Airline. Sedihnya saya sepanjang perjalanan pulang. Meninggalkan Rasulullah dan Baitullah… Tapi saya tak menangis… Saya bersyukur tiada henti, telah diberi kesempatan mengunjungi rumahNya, mengunjungi makam Rasulullah saw dan meresapi sejarah islam yang in shaa Allah menambah keimanan dan kecintaan saya pada Dia dan Rasulullah. In shaa Allah….

Advertisements