Saya jadi teringat sesuatu dan sebelum lupa, enaknya saya abadikan di blog ini.

Tentang prioritas sholat.

Ini mencuat dalam benak saya ketika sholat di Masjidil Haram dalam beberapa sikon. Sikon ketika saya mempersiapkan diri lebih awal menunggu tibanya waktu sholat, sikon datang tepat waktu sholat, sikon datang sedikit telat dari waktu sholat, lalu datang agak telat, lalu datang telat. Akibat yang saya dapat dari masing2 situasi itu (berkenaan dengan tempat sholat saya di area Masjidil) berbeda-beda. 

Gak ada cerita deh datang telat tapi mau tempat yang asik langsung ngadep Ka’bah. Come on! How could it be?? 

Datang telat ya terpaksa sholat dipinggir jalan, datang agak telat bisa solat di dekat tempat wudhu yang sedikit basah, datang sedikit telat ya bisa di lantai 2, atau dihalaman Masjidil, datang pas waktu ya alhamdulillah masih dapat tempat didalam, adem sejuk, tenang. Nah datang dengan persiapan menunggu sholat pastinya bisa dapat tempat yang lebih eksklusif. Tentunya secara mesjid masih lenggang..banyak tempat masih kosong kita bisa memilih tempat terbaik sesuka kita, mau yang langsung menghadap Kabah pun bisa!! 

Sudah bisa mengerti maksud saya?

Bahwa saran Rasulullah untuk sholat tepat waktu supaya hidup kita lebih baik, itu sudah “aturan khalamullah”. It is when we give HIM the priority, HE definitely will make us HIS priority. It is us who determine the result for sure ; weather we want to be HIS priority or not?

Gak lucu banget kalau kita merasa semua doa kita tidak diijabah tepat waktu seperti yang kita mau padahal itu karena kita memang selalu ” telat” memenuhi panggilanNYA. Bukan salahNya kalau kita lalu dapat tempat “pinggiran”. Tentu kita berlomba dengan muslim2 rightenous lainnya. Siapa yang memberi prioritas utama terhadap sholat, akan mendapatkan prioritas eksklusif pula, dengan sendirinya malah. Bukankah Allah Maha Adil? Yang datang jauh lebih awal karena sholat prioritas utama tentunya akan jadi tamu istimewa. Lha yang datang selalu telat lalu minta diistimewakan? Jedukin aja kepala ke tembok!! Huh! Ga tau malu! (Ngomong ke diri sendiri)

Kalau hukum Allah, aturan Allah, khalamullah ini sudah begitu jelasnya, lalu masihkah kita berani meminta banyak, plus semua permintaan harus cepat terkabul, sementara kita masih menjadikan sholat sebagai prioritas kesekian??? 

MIMPI!!!!

Pic: kebagian sholat diluar mesjid 😦

Advertisements