Rasanya kepala ini merekah, tiap kali ada gangguan pada perasaan.

Bagaimana bisa orang yang sudah berumur cukup , jam terbang hidup tinggi, dengan tingkat intelektual mumpuni, bisa tiba-tiba menjadi idiot ketika mengedepankan ego. Seperti ayam yang kocar-kacir panik ketika melihat macan mengintip. Apakah menutupi rasa bersalah bisa membuat orang nampak setolol itu?

Apa sih yang dijagokan? memimpin tak bisa, bertanggung jawab tak bisa, menasehati tak bisa, boro2 mengimami, tapi bertindak bak penguasa. Kalah pulak firaun dibuatnya??

Look, how can I appreciate people who can’t appreciate me? how can I trust people who can’t show me that he could be trusted? how?

 

Advertisements