Sebagai manusia kadang2 saya merasa letih. Hdup ternyata begitu kerasnya dan saya sama sekali tak pernah meminta harus dilahirkan, saya bahkan tak peduli surga dan neraka. Saya betul2 tak minta dilahirkan untuk diuji. Mengapa tak ciptakan saya menjadi malaikat yang tak punya rasa, atau greget apapun seperti layaknya manusia. Tak menjadi sebuah masterpiece ciptaan pun tak mengapalah, karena hidup ternyata tak asik. Dari lahir sudah berkubang masalah, dan tak kunjung berhenti diterpa masalah. Manusia hanya dipindahkan dari mangkok masalah A, ke mangkok masalah B, begitu terus sampai masa hidup berakhir. Dicuci kataNYA, dibersihkan kataNYA. Tapi saya tak suka, lalu mana hak saya untuk menolak dilahirkan? mana hak saya untuk menolak diciptakan menjadi manusia? bagaimana jika saya lebih memilih menjadi malaikat? MemujaMU, didekatMU, menjadi pelayanMU tapi tanpa harus KAU uji?

Tapi Tuhan tak sejahat pikiran saya itu. Bagaimanapun ketika di alam ruh, saya pasti sangat mencintaiNYA, saya selalu bersujud dengan penuh rasa takwa kepadaNYA, saya menatapNYA dengan buncah2 pemujaan yang tak terperi besarnya, mengagumiNYA dengan sepenuh ruh saya.

Lalu ketika DIA memilih saya untuk dilahirkan sebagai manusia, dengan cinta yang besar, saya bersujud sukur dihadapanNYA, berterimakasih menjadi pilihan dengan sebuah nama berbinti dan buku jalan kehidupan yang harus kelak saya tempuh demi membuktikan cinta saya padaNYA. Dan DIA menjanjikan saya akan kembali padaNYA dengan hadiah surga jikalau saya bisa tetap mencintaiNYA setelah semua ujian yang DIA berikan pada saya. Karena kalau cuma sekedar menjadi ruh, saya tak akan pernah mencicipi surga yang DIA bangun atas nama cinta terhadap ciptaanNYA, the best creation HE has made : manusia. Dan para malaikat hanya akan menjadi pelayan..Dia memilih saya untuk menjadi pemilik surga, bukan pelayan penghuni surga.

“Jika kau rindu AKU, Aku selalu dekat dihatimu. sedekat urat nadi dilehermu ” Begitu surat cintaNYA. “Jika kau ingin bertemu AKU, sholatlah. AKU turun ke bumi setiap 1/3 malam. AKU selalu menunggu kau datang, dan kapan saja kau datang, AKU ada. Jika kau masih ingat betapa dulu kau begitu mencintaiKU, kau tak akan pernah berat melakukan semua tugasmu di bumi ini. Tapi dimana nanti letak perjuanganmu jika ingatanmu tentang cintamu padaKU di alam ruh tak kukaburkan? Kuatkan hatimu dari gangguan setan dengan terus menjalankan apa yang KU perintahkan padamu untuk kau jalankan. Jangan sekalipun kau menyerah. AKU telah memilihmu untuk menghuni surga yang kubangun untukmu. Bertahanlah cintaKU. AKU akan membantumu menemukan AKU, memandumu, dan terus menjagamu, selama cintamu padaKU bisa kau tunjukkan. Buktikan padaKU bahwa kau tak pernah lupa pada KEKASIHmu yang tak lagi bisa kau lihat, tapi selalu menunggumu dengan sabar. Berjuanglah demi AKU dan jangan pernah lupakan AKU yang telah memilihmu sebagai yang terbaik”

Tak mudah mengingat betapa kuat cinta kita padaNYA ketika kita masih di alam ruh sana, tapi jujur pada dirimu sendiri… rasa itu ada. Jejaknya itu ada. Kau bahkan bisa menangis tanpa henti jika kau menemukan sedikit saja jejak itu…..

Temukanlah berkali-kali jejak itu. Teruslah mencari jejak itu. DIA tak pernah menghilangkannya 100%, DIA menyisakannya sedikit untuk memandumu dan mengikatmu agar selalu dekat kepadaNYA. Sehingga apabila CINTA memanggilmu pulang, kau akan begitu bahagia menyambut saat itu, berlari kembali padaNYA dan siap mengikuti seleksi selanjutnya dengan banyak kemudahan yang akan DIA limpahkan kepadamu. Sesingkat apapun hidup kita atau sepanjang apapun hidup kita will not make any difference then….since kita memang tak pernah kehilangan Sang Pencinta dan selalu mengharap pertemuan denganNYA.

Kau percaya?

Advertisements