Jaman sekarang gerak informasi sudah luar biasa cepat bukan main. Tak ada lagi jarak yang membatasi kecepatannya. Semua berita dunia bisa dalam satu genggaman tangan: gadged

Masa tak akan mundur ke jaman batu. Jaman dimana anak masih bebas bermain tanpa takut diculik lalu dijual organ tubuhnya. Masa dimana dongeng masih dikumandangkan sebelum tidur, bukannya malah main game. Masa masa yang banyak tenangnya karena teknologi juga masih tivi kayu kotak hitam putih dengan antena yang harus dimiring miringkan kesana kemari supaya semut semut pergi.

Masa ini jelas melaju menuju masa kehancuran ahlak, masa penuh kebingungan, masa dimana tipu daya manusia mencapai puncak keemasannya. Dan kita masih bisa berdiam diri? tak melakukan sesuatu? paling tidak dengan ilmu kita, kita membekali anak anak kita dengan tips dan triks bagaimana mendeteksi islam yang sesungguhnya, bagaimana mengetahui islam radikal, atau bagaimana membekali mereka dengan contoh kasus yang kelak akan sering mereka hadapi di jamannya kelak.

Mungkin karena saya dilahirkan bersifat ingin tahu, jadi saya tak pernah letih mencari. Bukan untuk mengikuti trend, bukan pula untuk sok tau, tapi saya murni memang pencari tahu. Saya bisa terbangun jam dua malam dan mencari tau sesuatu yang mengganggu pikiran saya, karena saya tak suka diperbudak pikiran. Berpikir itu lelah, itu sebabnya segeralah cari tahu!!

Saya tak bisa disuruh slow down untuk hal hal yang mengganggu pikiran saya dan minta segera dicari jawabannya, tak bisa. Itu sebab ketika adik libra saya mendebat saya tentang sesuatu yang saya sudah tau lama, lalu dia membuka masalah yang buat saya sudah tuntas urusannya, sedangkan saya juga sudah melejit ke puncak masalah teratas, saya tak bisa. Saya tak bisa diajak mundur. Yang saya tahu sudah terlalu banyak dan jelas soal masalah itu. Dia tak tau apa apa karena dia memang bukan pencari tau seperti saya. Jadi saya lebih memilih meninggalkan “debat” telat waktu dan terus melaju ke atas. Saya lebih baik stuck diatas sana daripada harus turun kembali ke bawah , mendebat hal yang buat saya sudah ketinggalan jaman dan tak penting lagi. Lagipun bukan saya yang punya power merubah mindset orang. Cukup beberapa fakta saya beberkan, kalau gak terima yo wes. Cari tau sendiri, i am out.

Simpel saja buat saya. Tak seperti orang lain yang “terlalu lugu” berpikir bahwa ini cuma politik, ngapain ikut ribet? Saya melihat ini sebagai jaman tipu daya yang orang banyak memainkan tipuan untuk kepentingan2 jahat. Saya ingin meng edukasi anak-anak saya bahwa gini lo politik itu. Ketika mereka bertanya: “Mengapa Pak Ahok dan Pak Jokowi dibenci?, bukankah mereka baik?” masa iya saya harus bilang “Ah tau apa kamu? paling juga dijelasin gak ngerti”. Oooh hoh hoho, tidak sama sekali. Saya akan senang hati mengisahkan perpolitikan di tanah air dan mengapa orang baik selalu diserang orang jahat. Gini lo ciri2 bad guys, gini ciri2 good guys. Lalu saya tes case, misal ada kasus bla bla bla, menurut kamu siapa yang bisa kita percaya? dan lain sebagainya.

Andaikan wawasan saya tak luas, yang saya tau cuma bersihkan rumah, ngomel dan masak, bagaimana saya bisa mengedukasi anak anak saya sebagai bekal mereka menghadapi dunia tipu daya ini? Jaman saya dulu tak seberat sekarang karena informasi cuma dari satu pintu, tapi jaman mereka kelak, akan sangat berbeda. Informasi akan datang membabi buta mengacaukan nalar mereka, sehingga mereka susah membedakan mana yang benar dan mana yang salah atau mana yang jebakan. Jadi saya harus menjadi kepo untuk anak anak saya.

Untuk bekal mereka supaya kelak gak lugu2 amat ditipu tipu manusia manusia yang sok alim dengan membawa bendera bendera agama, berdaster bersorban padahal mereka ulama su. Supaya mereka tak gampang kagum pada penampilan religius seseorang, supaya mereka tak gampang menilai orang hanya karena sinis rasial dan beda agama. Saya mengokohkan pada mereka bahwa islam itu yang benar adalah yang lebih mengajak damai daripada ribut, lebih suka memberi maaf daripada menuntut, dan jangan gampang menilai orang cuma dari penampilan. Ada setan berjubah ulama dan ada malaikat berpenampilan gembel. Ada teman yang menguasai ilmu agama tapi hatinya jahat, dan ada kaum ahli kitab (nasrani dan yahudi) yang bukan islam tapi hatinya baik, maka pilihlah yang baik itu untuk ditemani. Mereka akan jauh lebih aman untuk mu daripada yang se islam tapi ngajakin kamu korupsi.

Yah seperti itu….

 

Advertisements