Kadang aku gembeng. Aku melihat sial dimana-mana. Panas menyengat kumaki, mendung tak hujan kumaki, angin kumaki, orang kumaki, hidup ini kumaki.

Kadang aku gembeng. Pikir pikir bodoh lalu marah sendiri. Seperti melempar kepala pada dinding, sakit, nangis sendiri. Menendang batu lalu teriak sendiri. 

Kadang aku gembeng. Menoleh pada sisi jelek lalu muram. Menarik selimut menutup muka lalu gelap. Membenamkan kepala dalam air lalu kelelep. Naik ke atap lalu loncat, kaki terkilir, sakit sendiri.

Kadang aku gembeng. Cari cari tulang lalu ditelan, padahal kepelang sendiri. 

Kadang aku lupa gembeng tak lihat waktu. Padahal aku bisa biasa tak gembeng. Menjadi normal waktu panjang dan membahagiakan jiwa sendiri maupun jiwa jiwa sekitar. 

Aku mau tak lagi gembeng. Tapi aku manusia. Aku dari tanah yang hina, aku bisa sehina itu. Sehina saat aku gembeng.

Advertisements