Tadi malam mimpi seperti sedang di dufan ntah dufan yg mana. Untuk pergi ke tempat A, harus melewati rintangan. Ketika berhasil, untuk melanjut lagi, harus melewati rintangan yg lain lagi. Begitu terus menerus sampai ke tujuan akhir. 

Ceritanya saya sedang berada disebuah rintangan jenis A. Beberapa kawan nampak mudah melewatinya, sementara saya begitu kesulitan. Ada orang2 yang memberi nasehat gini gitu dan saya coba lakukan, tapi gagal. Saya coba cara macam2, tapi gagal. Muter sana sini, masih gagal. Adapun cara orang melewati rintangan itu beragam, dan mereka ada yg langsung lolos, ada yg serupa saya, terus mengulang. Akhirnya saya berhasil. Istirahat sejenak, lalu saya harus ke tujuan B dan melewati rintangan baru. 

Saya harus melewati semacam rawa yang dihuni hewan aneh bertaring semacam babi hutan, yg akan mengejar dan menggigit jika terusik. Saya harus super hati2 melewati rintangan satu ini…sabar…senyap…tanpa bunyi apapun …mengendap…. Kali ini saya merasa mudah melewatinya meskipun jauuuuh lebih tegang daripada rintangan sebelumnya. 

Selanjutnya saya harus ke tujuan C dan rintangannya lain lagi. Suasananya berubah, setting simulasi gamenya berubah. Kali ini saya harus memeras otak untuk memecahkan teka teki, mengeluarkan segala ilmu atau mencari ilmu. Begitulah rintangan demi rintangan menghadang dan membekali kita dengan ketrampilan. 

Masih hidup pemikiran saya ketika mimpi bahwa, yow…begitulah hidup. Jika Allah menghendakimu menuju ke B, lalu kau meninggalkan arena, itu akan membuatNya kesal, very upset. Since Allah in charge, sejauh manapun kita melarikan diri dari rintangan karena menolak sampai ke tujuan tertentu, selama Dia masih menyayangimu, Dia akan tetap menyeretmu sesuai kehendak rahmatNya. Dia mencintai hamba yang berusaha, jatuh bangun melewati rintangan “skill soul’ yg Dia persiapkan sebagai penempaan. 

Sama seperti perpeloncoan, di dufan kehidupan itu ada hal hal yg harus kita cari sebagai bekal. Hal hal sebagai tools untuk menghadapi rintangan2 selanjutnya. 

Begitu terus menerus sampai selesai semua tujuan dan tugas dan permainan yang menjadi jatah kita…maka sempurnalah sudah dan wafat.

Advertisements