Aku merasa tak apa berbeda prinsip. Hakmu dan hakku memilih berbeda. Memang tak harus sama. Tapi nyatanya this feeling gak sekompromi itu. Sama rasanya seperti saat aku lalu memutuskan memblokir sahabat SMP ku dan sahabat G+ ku, seperti itulah keinginan yg lantas muncul diluar semua urusan “selera”.

Aku hanya tak menyangka bahwa yg kupikir tak pantas, ternyata pantas bagimu. Yg kupikir pantas ternyata tak pantas bagimu. Ini bukan hal kecil buatku diluar kenyataan bahwa aku menerima perbedaan.

Ini akan jadi pertimbangan abadi….

Advertisements