Kita nyatanya memang hanya untuk saling menguatkan, selebihnya kita banyak masing2. Aku seperti air bagimu yang kau minum dengan dahaga hanya ketika kau haus, dan kau juga seperti itu bagiku; diluar itu kita masing2, tak ada urusan apapun. 

Masa masa itu telah lewat.. masa masa kita merasa satu jiwa, ternyata tidak. Kita mendekat cuma ketika haus, seperti itulah dulu sebenarnya. Saat2 menggurun kekeringan.

Kita bukan benar benar satu.

Tapi tak ada kebetulan. Tuhan berkehendak sesuatu. Apa? 

Bahwa yg kau benci ternyata yang sesuai bagimu, yang kau cinta ternyata yang tak sesuai denganmu. Sungguh lucu.. karena kita berpikir sebaliknya. 

Manusia memang melenakan dan betah termangu dalam hayal yang menyesatkan lalu terkaget kaget akan kenyataan dan kenyataan itu pahit seperti kopi, meski mengobati dengan kenikmatannya sendiri. Pilih yang mana? 

Letakkan semuanya dalam kotak, kunci dan jangan pernah dibuka. Ilusi cinta itu menyakitkan jangan biarkan ia bebas kembali lalu memabukkan. 

Sendiri sendiri saja, masing masing, karena kita memang tak bisa satu arah….only Allah knows.

Advertisements