Category: Thoughts


The Grief is Love

I lost my cat yesterday. I was so sad… and still  i am now. Its death reminds me of how short life is. It reminds me also that we will loose love if we love the immortal.

‘I hate death’ i said to myself. I hate that kind of destiny!! It’s a cruel destiny ever! ever!!!

You know what happend then? It was my heart talking to me, to take Qur’an and read something there. Something that The Creator has prepared to answer my problems everytime i need. I said ; NO! but my heart said yes…

I opened my holy book and my eyes directly starred at surah Yusuf. And I began to read…. words by words and they were HIS words…. for me. God was speaking to me…. thru a story…. subhanaaAllah….

My eyes were watering with tears….

It was a story of Propehet Yakub a.s. His beloved son Yusuf a.s was murdered by his other sons. He was so sad and he had to lose his youngest son too. But he said: “So patience is most fitting (for me). Maybe Allah will bring (back) them all to me (in the end). For HE is indeed full of knowledge and wisdom” (Yusuf:83)

And he turned away from them and said; “How great is my grief for Yusuf” and his eyes became white with sorrow and he was suppressed with silent sorrow.

He became blind becoz of his sorrow…. masyaa Allah. How patience he was…..

another ayah I read was: Yusuf :109 and 111

“…Do they not travel through the earth and see what was the end of those before them? But the home of hereafter is best, for those who do right. Will ye not then understand?”

“There is, in their stories, instruction for men endued with understanding. It is not a tale invented, but confirmation of what went before it, a detailed exposition of all things, and a guide and a mercy to any such as believe”

I can’t write all of my feeling…. it’s too many. But then I understand that death is not an ending but a new ‘true’ beggining for a better life, better than this dunya. Meanwhile to get that such a better life at the hereafter is “being patience and having faith” on HIM just like Prophet Yakub a.s did.

Indeed Love is a test for the believer….. have faith and be patience….

We will certainly test you, until We know those among you who strive, and those who are patient, and We will test your reactions.— Quran (Muhammad: 31)

f09cd5ef83346c8d2742af84eb027a83

 

The New World Order

Biar orang mentertawakan pola pemikiran saya, saya tak peduli.

Meskipun segelintir orang yang percaya pada apa yang juga saya percayai, nurani saya bilang; saya benar. Nurani saya bilang, saya mendapat petunjuk itu, nurani saya bilang; saya punya ‘amanah’ besar untuk menyebarkan fakta ini.

Nabi Muhammad saw harus mengaku mendapat wahyu dari ALLAH dan beliau dituduh gila. Beliau seorang diri berjuang ketika mendapat perintahNYA. Beliau disangka mengada-ada, dituduh bermimpi, diludahi, di cemooh, tak dipercaya, bahkan beliau sampai ragu ” jangan2 beliau benar2 gila?”. Keraguan yang membuat ALLAH turun tangan menenangkan kekasihNYA.

Saya tak ada apa2nya dibandingkan beliau. Tapi kalau memang saya harus menjadi bagian dari orang2 yg mendapat predikat ‘gila’ karena mempercayai hal yang satu ini, saya tak akan menyerah. Cara apapun akan saya gunakan untuk menyebarluaskan dan memperingatkan sesama saya akan bahaya besar yang sedang mereka hadapi tanpa sadar di jaman ini….

“The age of deception….”

Anjing Menggonggong Khafilah Berlalu

Ternyata memang semua tak harus berjalan lancar dan halus seperti sutra. Ada saja orang2 yang membicarakan kita dengan segala pernak-pernik rekayasa yang melenceng jauh dari kebenaran.

Berbuat baik dan berbuat tak baik, selalu saja ada orang yang “menggonggong”. Lalu harus bagaimana menghadapi situasi ini? Balas menggonggong artinya menyamakan ‘ras’ dengan mereka…

Saya memilih diam.

Islam & Culture

Negara saya sedang semangat2nya melacak tikus2 berdasi, politisi2 berdasi yang sekaligus pencuri uang rakyat alias koruptor. Yang menyedihkan lagi adalah ketika agama mereka adalah Islam.

Berhubung saya cukup aktif di sosial media, saya sering sekali membaca komen2 teman2 yang non muslim yang ‘nadanya’ memojokkan Islam. “Huh… berkoar-koar soal jihad, soal kejujuran, mereka sendiri pencuri kelas kakap”, atau “Pake jilbab tapi pencuri tak beradab” dan lain-lain.

Saya bukan muslim sempurna, karena saya tak lepas dari dosa. Saya juga bukan pemakai hijab. Tapi mencela Islam seperti itu adalah sama halnya dengan mencela Allah SWT dan Nabi Muhammad saw; saya marah. Saya sangat marah. Islam itu selalu sempurna; always perfect!!! tapi tidak dengan muslim nya!!!!

“Ohh ternyata dia koruptor?, agamanya apa sih?”, ” Ohh Islam? Pantesan!”.  Dan sayapun meradang. Ada kehinaan yang dalam yang ditujukan pada sebenar-benar agama di dunia ini. Tau apa mereka soal Islam dengan segala kesempurnaannya? yang mereka tahu cuma dendam turun-temurun dari nenek moyangnya yang mendeskritkan Islam.

Islam itu datangnya adalah dari ALLAH, budaya itu datangnya dari manusia. Kalau budaya korupsi itu datangnya dari manusia, mengapa harus mencaci Islam? Kalau sebuah mobil ferari mewah menabrak pohon karena pengemudinya yang nyetirnya ‘ngaco’ kenapa harus menyalahkan mobilnya?

Open your mind people!!!

1377539_518296571596384_801077628_n

Wonderful Islam

Wonderful Islam

Membaca tulisan ini mengingatkan saya beberapa belas tahun yang lalu ketika saya sedang berada di sebuah supermarket disalah satu rak dan sedang memilih-milih yang akan saya beli.

Saya menggunakan jilbab sederhana dan gamis hitam polos. Lalu terdengar oleh saya seseorang mengucapkan salam dengan suara rendah dan penuh hormat, seorang pria tinggi besar berkulit hitam, menggunakan peci putih, berjenggot sedang, dan menggunakan gamis putih.

Ketika saya menoleh kearahnya sambil menjawab salamnya, pria yang saya yakin bukan warga negara Indonesia dan berperawakan marroko itu sedang menundukkan pandangannya sambil melewati punggung saya.

Luar biasa perasaan saya saat itu. Tiba2 ada semacam rasa persaudaraan yang kuat bahkan dengan orang yang tak saya kenal tapi se iman dengan saya. Itu yang pertama, yang kedua adalah betapa saya merasa dihormati sebagai wanita dengan perlakuan pria itu, dan ketiga adalah saya bangga menjadi orang Islam.

Kalau Nabi menganjurkan hal yang satu ini untuk kita lakukan bukannya tanpa alasan besar. Saya bersaksi atas perasaan saya sendiri waktu mengalami sunnah Nabi ini, demi ALLAH bahwa tindakan yang dianjurkan sangat berdampak luar biasa bahkan tak pernah saya rasakan sebelumnya.

SubhanaaAllah….

TESTS

TESTS

When a test comes to you:

1. Know that everything is by Qadr of Allah

2. Remember that other people have bigger problems than you.

3. Remember the death of the Prophet (salla allah alaihi wasallam), the greatest calamity the Ummah faced.

4. Maybe through this trial, Allah has saved you from an even bigger trial.

5. Through this trial Allah will remove some of your sins.

6. Through this trial Allah has opened up a huge world of ibadah like sabr, salah, repentance etc.

7. With this trial, Allah is putting you on the path of the Prophets. It is a confirmation that Allah loves you.
The more Allah loves somebody, the more he tests them.

Tawfique Chowdhury

Singkatnya Dunia

Saya rasa, saya harus menghentikan kebiasaan bermesraan dengan urusan duniawi. Saya rasa, tak ada manfaatnya bersikap lunak pada hal2 yang malah mencelakakan.

Mungkin benar, bahwa “people don’t want to hear the truth, because they don’t want their illusions destroyed”. I’ve read and hear the truth about this dunya and indeed my illusions were destroyed.

Tiba2 saja batas itu tak ada antara kehidupan dan kematian. Tiba2 saja angan2 saya terputus dengan begitu saja lalu hilang menguap. Saya lepas dari panjangnya angan-angan.

Tersiksa mungkin derajat paling rendah dari keimanan yang baru melek kebenaran. Tiap tarikan nafas saya adalah spekulasi bahwa itu mungkin nafas terakhir. Saya tersiksa karena takut. Takut tak punya cukup waktu untuk menebus dosa.

Tapi saya belum menjadi lebih baik dalam ibadah; belum. Tapi aura ketakutan tentang betapa tak berdayanya saya sebagai manusia yang hidup dan matinya ada di tangan Sang Pencipta benar2 telah meliputi saya.

Beruntung orang2 yang diberi kesempatan sadar bahwa dia sedang mendekati saat2 kematiannya; seperti diberi sakit misalnya. Saya pikir, bukankah itu tandanya mereka masih diberi kesempatan untuk taubat di detik2 terakhirnya. Tapi bagaimana dengan kematian mendadak? Kematian yang merengut ketika kita sedang mencoba sepatu baru di toko misalnya. atau sedang asik menikmati semangkuk bakso di meja makan? atau ketika sedang lelap tertidur? Bukankah kesempatan itu sama sekali tak lagi ada. Bukankah jadinya kita harus ‘siap’ setiap saat?

Sungguh kehidupan di dunia hanya 1.5 jam saja, sedangkan kehidupan di akhirat adalah selama-lamanya waktu. Ini bukan apa2….. ini sangat bukan apa2….

images (9)

Mendua

Mendua

Status2nya di salah satu jejaring sosial no.1 di dunia itu begitu menunjukkan betapa mesranya dia dengan suaminya.

Umbaran kata2 cintanya begitu boros dan meluber tumpah ruah. Beberapa orang yang kehidupan rumah tangganya biasa-biasa bisa jadi sangat cemburu, beberapa lagi merasa muak (seperti saya) karena terlalu lebay (kata anak jaman sekarang).

Ternyata semua itu ditujukan pada sesuatu dan entah apa karena pada kenyataannya ada kekuatiran tersembunyi tentang kehilangan seorang suami.

Orang ketiga mencoba mencuri perhatian sang suami tercinta? Itukah sebabnya status2 “isi hatinya” mencoba menghibur dirinya sendiri? atau mencoba memanas-manasi orang yang “dicurigai” mengambil alih perhatian suaminya?

Oooh…. ternyata tak semua berkata jujur sesuai dengan isi hati. Jaim asmara. Tapi perlukah kalau sampai sebegitunya? Mengumbar kelebihan hanya untuk menutup kekurangan?

Bagaimana dengan saya sendiri?
Saya sukanya ber’dakwah’, bukan mengumbar perasaan atau curhat sembarangan. Bukan pula jaim2an atau sok bahagia. Saya berdakwah karena saya butuh dakwah untuk diri sendiri… bukan karena sok suci.

Double Standard

Person A to you: “Sorry to tell you, but your behavior was not correct today.”
Your response: “Hmm.. maybe. But I am only human! Humans make mistakes! Allah forgives us! Why are people so harsh on me? Don’t judge me!”

You to Person B: “Hey do you know what she did at the gathering yesterday? I mean, at a halaqah! Can you believe it? It is so irritating. I think I will write a FB status about it today. It’s time people learn their lesson!”

Can you sense the double standards in this behaviour?

Be as shy of revealing other people’s faults and sins as you are of revealing your own.

How strange that everyday we literally beg, expect and demand empathy & gentleness from others, but refuse to give them the same! (Tawfique Chowdhury)

😦 May God save us all  from this behaviour…

 

6bf4a500f1c449deb0be51d9b9a7bb69

Teduhlah Bersamaku

Aku melihatmu tidak lewat mata…aku melihatmu lewat rasa, dan aku tak menemukan ketenanganmu. Kau tak menambatkan hatimu padaNya, atau kau terlalu terkejut dengan kesakitan yang tak pernah kau rasakan sebelumnya? Keteduhan emosimu memberontak dan aku merasakannya. Segala kebingungan dan tekanan, keraguan dan ketidakenakan hati.

Ketulusan doamu harusnya ada di saat-saat kau merasa sangat kacau. Saat-saat mana ego manusia mencapai titik terendah. Dan hatimu akan melihat lebih luas lagi. Karena dalam hal yang sangat kita cintai banyak pula hal hal yang tidak kita senangi. Ini hambatan jaman yang tak pernah sirna….sifatnya abadi dan selalu mengejarmu, kemanapun kau akan berlari. Racun masamu itu  menyimpan keajaiban dan kesenangan yang tak akan pernah kau sadari  sampai tiba waktunya semua terkuak di depanmu. Bersabarlah…

Ingin rasanya aku mengantarmu pada titik ridhamu….dengan kesejukan yang telah kau tiupkan padaku dan aku masih menyimpannya. Tapi aku tak berani menyentuhmu karena gelisahmu membuatku tertegun.

Tidak ada kebahagiaan hakiki yang bisa kau dapatkan dengan mudah tanpa perjuangan lahir dan batinmu. Jadikanlah Dia selalu di depan matamu supaya faedahnya tak jadi kerugian, kegembiraan tak jadi kesedihan, dan kebaikan tak berubah menjadi bencana. Aku tak ingin kau kehilangan makna kehidupanmu di dunia.

Buang bebanmu karena hanya akan membelenggu hati dan pikiranmu, jadikan semua dan dirimu sendiri sebagai rahmat….dan sinar cahaya yang menerangi. Imankan dirimu pada yang sudah tertulis…untuk apa ‘menjelimetkan’ diri dan membelit pikiran pada hal-hal yang meresahkan ?

Sayang, kebahagiaan dan ketenanganmu ada pada keimanan, derajat ketakwaan dan hati. Yakinkan hatimu pada sesuatu yang kau percayai dan kau sukai maka kebahagiaanmu akan memunculkan dan mengalirkan kedamaian dan keteduhan dalam jiwamu dalam kondisi apapun .

Berprasangka baiklah padaNya …karena ini jaminan buat kita untuk tidak mengalami kegagalan. Jalan keluar dari sebuah kesulitan itu hanya akan datang setelah kita mengalami kebuntuan, tak tau lagi harus kemana mengarahkan tujuan hidup dan segala keinginan, meragukan harapan, kehabisan akal dan tak tau lagi bagaimana cara mengakhiri tekanan dan ujian hidup. Untuk apa semua itu ? untuk mendorong kita mengarahkan iman padaNya…untuk memperingati kita supaya terus memperbaiki prasangka baik kita terhadapNya.

Jalan keluar dan kelapangan hati itu ada dalam keyakinan dan keridhaan hati. Keresahan dan kesedihanmu itu muncul karena keraguan dan ketidaksukaanmu. Bertahanlah sampai jiwamu menyentuh tingkat ketawakalan yang tinggi dengan kesabaranmu…dan semoga Allah akan memberikan semua kebutuhanmu, menghilangkan semua yang menyulitkanmu, mengabulkan semua permintaanmu dan memberimu keselamatan dalam agama, kehormatan dan kepribadianmu. Amin.

Bersabarlah….kita akan mendapatkan yang terbaik.

f4c385d054ecd96c780c4befc19c61b0